Di Balik Angka Capaian 63,59: Cerita Literasi dari Ende
- 10 Apr 2026 08:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Di sebuah sudut desa, seorang anak duduk membaca di teras rumah sederhana. Di tempat lain, komunitas kecil menggelar lapak buku di bawah pohon. Pemandangan ini mungkin tampak sederhana, namun menjadi potret kecil dari wajah literasi di Kabupaten Ende hari ini.
Data terbaru menunjukkan, tingkat kegemaran membaca masyarakat Ende berada di atas rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan Survei Perpustakaan Nasional 2025, indeks membaca Ende mencapai 63,59, melampaui rata-rata NTT sebesar 62,05.
Namun di balik angka itu, ada satu catatan penting: literasi di Ende masih berada dalam kategori rendah.
Bagi para pegiat literasi, angka tersebut bukan sekadar capaian, tetapi juga pengingat bahwa perjalanan masih panjang.
Founder Teras Baca Anmok, Dominica Dhapa, menyebut capaian ini sebagai hasil dari “kerja-kerja sunyi” yang selama ini dilakukan komunitas literasi.
“Ini adalah apresiasi untuk para pegiat literasi yang terus bergerak, bahkan di pelosok, tanpa banyak sorotan,” ujarnya.
Kerja sunyi itu hadir dalam berbagai bentuk: taman baca sederhana, kelas literasi, hingga komunitas kreatif yang menjadikan buku sebagai jembatan perubahan.
Di banyak tempat, literasi tidak tumbuh dari fasilitas mewah, tetapi dari inisiatif kecil yang dilakukan secara konsisten. Buku-buku dipinjamkan, cerita dibagikan, dan kebiasaan membaca perlahan dibangun dari hari ke hari.
Namun tantangan tetap ada. Akses buku yang terbatas, rendahnya budaya membaca di lingkungan keluarga, serta derasnya arus digital menjadi hambatan yang tidak bisa diabaikan.
Dominica menegaskan, peningkatan literasi tidak bisa hanya mengandalkan komunitas.
“Harus ada kolaborasi. Pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga harus berjalan bersama,” katanya.
Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi fondasi berpikir, memahami, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menjaga momentum literasi menjadi hal penting agar capaian yang ada tidak berhenti pada angka statistik semata.
Di Ende, literasi sedang tumbuh. Pelan, mungkin. Tapi pasti.
Dan seperti buku yang dibaca perlahan, perubahan itu sedang ditulis—halaman demi halaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....