Di Balik Ramainya Pasar Mbongawani, Kisah Pedagang Ayam Menyambut Lebaran
- 19 Mar 2026 17:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Pagi itu, suasana Pasar Mbongawani, Ende, tampak lebih sibuk dari biasanya. Aktivitas jual beli meningkat, suara tawar-menawar terdengar bersahutan, dan para pembeli silih berganti mendatangi lapak-lapak pedagang. Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan bahan pangan, terutama daging ayam, mengalami lonjakan signifikan.
Di tengah keramaian itu, Abizar Umaima tampak sigap melayani pembeli di lapaknya. Sudah hampir lima tahun ia menekuni usaha sebagai penjual ayam potong. Baginya, momen Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi waktu paling dinanti sekaligus paling melelahkan.
“Sekarang mau masuk Lebaran, semua orang butuh ayam, jadi penjualannya ramai sekali,” ungkapnya saat diwawancarai RRI Ende, Kamis 19 Maret 2026.
Setiap hari, jumlah ayam yang dipotong meningkat dibanding hari biasa. Jika sebelumnya penjualan cenderung stabil, kini ia mampu menjual hingga sekitar 50 ekor ayam per hari. Dari jumlah tersebut, omzet yang diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah.
Ayam-ayam yang dijualnya didatangkan dari wilayah Maumere menggunakan kendaraan. Prosesnya tidak sederhana. Ada tim yang bekerja di balik layar, mulai dari pengambilan ayam hingga proses pemotongan di kandang, sebelum akhirnya sampai ke tangan pembeli di pasar.
Meski terlihat menjanjikan, usaha ini tidak lepas dari tantangan. Faktor cuaca menjadi salah satu kendala yang kerap dihadapi. Hujan dan angin dapat mempengaruhi jumlah pembeli yang datang ke pasar.
Namun demikian, semangat Abizar tetap terjaga. Ia mengaku terinspirasi dari keluarganya yang lebih dulu menekuni usaha serupa. Dari situlah ia melihat peluang bahwa bisnis ayam potong memiliki prospek yang baik, terutama saat momen besar seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.
Tak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar, ia juga melayani pesanan dari pelanggan tetap. Permintaan bahkan datang dari berbagai kompleks perumahan, menambah kesibukan di tengah padatnya aktivitas pasar.
Di balik kesibukannya, terselip harapan sederhana. Ia ingin usahanya tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat, baik dari segi pelayanan maupun kualitas ayam yang sehat. Kami juga berharap pembeli bisa memahami kondisi harga, baik saat naik maupun turun,” tuturnya.
Bagi Abizar, Lebaran bukan sekadar momentum peningkatan penjualan. Lebih dari itu, ini adalah tentang menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan setiap keluarga bisa menikmati hidangan terbaik di hari kemenangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....