Ulasan Pelanggan Jadi Kekuatan Baru UMKM Ende di Era Digital

  • 10 Agt 2026 07:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Ulasan pelanggan, kualitas pelayanan, dan keamanan transaksi menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan UMKM di era ekonomi digital. Pelaku usaha di Kabupaten Ende tidak cukup hanya aktif mempromosikan produk melalui media sosial. Mereka perlu membangun kepercayaan konsumen melalui kualitas produk, pelayanan yang baik, dan pengalaman positif. Reputasi yang terbentuk di ruang digital dapat menentukan keputusan calon pelanggan untuk membeli.

Dosen Magister Manajemen Pascasarjana Uniflor, Dr. Mansyur Abdul Hamid, S.E., M.M., menyampaikan hal itu saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam siaran Florata Pagi, Jumat 7 Agustus 2026. Ia mengatakan perkembangan bisnis digital membuat reputasi usaha dapat terbentuk dengan cepat melalui pengalaman konsumen. Ulasan positif dapat menjadi promosi organik yang memperluas jangkauan sebuah usaha. Sebaliknya, keluhan yang tidak ditangani dapat memengaruhi kepercayaan calon pelanggan.

Ia menjelaskan , media sosial seperti Facebook tetap dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperkenalkan produk dan membangun komunitas konsumen. Namun, platform tersebut tidak sepenuhnya dirancang sebagai sistem jual beli yang menyediakan fitur transaksi, pelaporan, penilaian, dan perlindungan konsumen secara terstruktur. Kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan ketika terjadi transaksi atau keluhan terkait produk. Karena itu, pelaku usaha perlu mempertimbangkan penggunaan platform yang memiliki mekanisme transaksi dan layanan konsumen lebih lengkap.

Mansyur menilai pelaku UMKM harus siap menghadapi dampak dari setiap promosi yang dilakukan di ruang digital. Ketika sebuah produk mendapat perhatian besar, kualitas produk dan pelayanan harus mampu memenuhi ekspektasi konsumen. Ia menyebut ada usaha yang sempat berkembang melalui promosi digital, tetapi kemudian meredup setelah muncul persoalan yang tidak ditangani dengan baik. Sebaliknya, usaha yang mampu menjaga kualitas, menerima kritik, merespons keluhan, dan terus berinovasi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

Ia mengungkapkan, tempat usaha yang mampu menarik pelanggan bukan hanya karena makanan yang ditawarkan, tetapi juga suasana nyaman, fasilitas yang mendukung, musik yang tidak mengganggu, serta pelayanan yang ramah. Kondisi tersebut membuat pelanggan betah, berinteraksi, dan membagikan pengalaman mereka melalui media digital. Ulasan positif kemudian menjadi bentuk promosi dari pelanggan kepada calon konsumen lainnya. “Customer review menjadi faktor kunci,” ujarnya.

Menurutnya , pelanggan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaku UMKM untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan usaha mereka. Kritik konsumen tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman, tetapi dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. Konsistensi dalam memberikan pengalaman positif juga dapat mendorong pelanggan kembali membeli. Dengan demikian, reputasi digital perlu dipelihara secara berkelanjutan, bukan hanya dibangun ketika usaha sedang dipromosikan.

Ia menambahkan, selain reputasi, Mansyur melihat pengembangan marketplace lokal dapat membuka peluang baru bagi generasi muda, terutama yang memiliki kemampuan teknologi informasi. Anak muda dapat membangun sistem digital yang mempertemukan produsen dan konsumen sekaligus menyediakan mekanisme transaksi yang lebih aman. Mereka juga dapat membantu UMKM membuat konten, memotret produk, mengelola media sosial, membangun merek, serta menggunakan pembayaran dan pencatatan digital. Peran tersebut dinilai penting karena generasi muda lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Mansyur berharap pemerintah, akademisi, pelaku UMKM, komunitas, dan generasi muda memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang aman dan produktif. Menurutnya, ekosistem tersebut perlu memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memastikan konsumen memperoleh perlindungan dalam bertransaksi. Kepercayaan pelanggan diharapkan menjadi modal utama agar produk lokal Ende mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan digital. Digitalisasi juga diharapkan membuka peluang kerja baru bagi generasi muda sekaligus memperluas pasar UMKM hingga ke luar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....