Fitri Taylor Tembus Pasar Internasional Berkat Konten Kreatif Konsisten
- 27 Jul 2026 14:55 WIB
- Ende
Poin Utama
- Fitria Fatmawati memulai Fitri Taylor pada Maret 2020 saat pandemi Covid-19 dengan memproduksi masker kain.
- Fitri Taylor memiliki ciri khas modifikasi tenun Ende yang modern, elegan, dan ramah pengguna hijab.
- Konten proses menjahit di Facebook Pro dan TikTok sering masuk FYP sehingga memperluas pasar hingga Malaysia.
- Kualitas jahitan, pelayanan, dan konsistensi membuat Fitri Taylor mampu bersaing dan terus berkembang.
- Fitria mengajak generasi muda berani memulai usaha tanpa menunggu kondisi sempurna.
RRI.CO.ID, Ende - Program Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende menghadirkan kisah inspiratif Fitria Fatmawati, pemilik Fitri Taylor sekaligus content creator lokal yang berhasil mengembangkan usaha jahit melalui media sosial, Kamis 11 Juni 2026. Berbekal konten kreatif yang kerap masuk For You Page (FYP), usahanya kini menjangkau pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia.
Ketertarikan Fitria pada dunia tata busana tumbuh sejak masih duduk di bangku Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ende. Ketika pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020, ia mulai merintis Fitri Taylor dari nol dengan memproduksi masker kain yang dipasarkan ke sejumlah apotek lokal.
Selanjutnya Fitri mengembangkan produk berupa seragam, tunik, gaun pengantin, hingga modifikasi busana tenun Ende. Menghadapi persaingan industri konveksi, Fitria memilih menghadirkan identitas khas melalui modifikasi tenun ikat Ende yang tampil lebih modern, elegan, dan ramah bagi pengguna hijab.
"Kami mencoba menghadirkan sentuhan berbeda melalui modifikasi kerah, tambahan payet, dan desain yang tetap mempertahankan identitas tenun Ende agar lebih diminati berbagai kalangan," ujar Fitria.
Selain inovasi produk, Fitria memanfaatkan Facebook Pro dan TikTok sebagai media promosi utama dengan menampilkan proses menjahit secara terbuka. "Saya memperlihatkan seluruh tahapan pembuatan, mulai dari membuat pola, memotong kain, proses menjahit hingga hasil akhirnya supaya orang melihat kualitas pekerjaan yang sebenarnya," katanya.
Strategi tersebut membuat konten Fitri Taylor berulang kali masuk FYP dan memperluas jangkauan pemasaran. Pesanan pun tidak hanya datang dari wilayah Flores, tetapi juga Kupang, Kalimantan, Batam, bahkan Malaysia, khususnya untuk produk busana berbahan tenun Ende yang telah dimodifikasi.
Menurut Fitria, menjaga kualitas jahitan menjadi faktor utama mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Ia juga membangun hubungan baik dengan konsumen melalui pelayanan yang ramah dan memberikan bonus, seperti bros jilbab, bagi pelanggan yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar.
Menutup perbincangan, Fitria mengajak generasi muda agar tidak takut memulai usaha meski dengan keterbatasan. Ia berharap Fitri Taylor terus berkembang hingga mampu membuka cabang baru, sekaligus membuktikan bahwa usaha yang lahir dari satu mesin jahit pada masa pandemi dapat tumbuh menjadi bisnis yang dikenal hingga pasar internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....