UMKM Perempuan Manggarai Ubah Limbah Tenun Jadi Produk Bernilai Ekonomi

  • 13 Jun 2026 21:21 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kreativitas perempuan pelaku UMKM di Kabupaten Manggarai terus menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
  • Dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Ende, Senin 8 Juni 2026), Netilda mengatakan usahanya berawal dari hobi membuat aksesori sejak kecil. Ketertarikannya terhadap kain tenun kemudian mendorongnya mengembangkan berbagai produk
  • Ia menilai produk berbasis tenun memiliki keunggulan tersendiri karena tidak terikat tren musiman dan tetap diminati dalam berbagai kesempatan, baik untuk kegiatan formal maupun santai.
  • Netilda berharap semakin banyak perempuan berani memulai usaha dari hal sederhana dan memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitarnya.

RRI.CO.ID, Manggarai – Kreativitas perempuan pelaku UMKM di Kabupaten Manggarai terus menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh Netilda Stefani Dembo, pemilik Efata Collection, yang berhasil mengubah limbah kain tenun menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

Dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Ende, Senin 8 Juni 2026), Netilda mengatakan usahanya berawal dari hobi membuat aksesori sejak kecil. Ketertarikannya terhadap kain tenun kemudian mendorongnya mengembangkan berbagai produk seperti anting, kalung, gelang, topi, tas hingga aksesori fesyen lainnya.

Menurutnya, pemanfaatan kain perca tenun menjadi pilihan karena selain ramah lingkungan juga tidak membutuhkan modal besar.

“Dari kain-kain perca yang biasanya dibuang, saya bisa membuat anting-anting dan aksesori yang memiliki nilai jual. Ini menjadi peluang usaha yang menarik,” ujarnya.

Netilda menjelaskan, produk yang paling diminati konsumen adalah anting-anting berbahan tenun serta paket aksesori yang terdiri dari kalung, gelang, dan anting.

Ia menilai produk berbasis tenun memiliki keunggulan tersendiri karena tidak terikat tren musiman dan tetap diminati dalam berbagai kesempatan, baik untuk kegiatan formal maupun santai.

Selain menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga, usaha tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk melihat limbah sebagai sumber ekonomi kreatif yang bernilai.

Melalui Efata Collection, Netilda berharap semakin banyak perempuan berani memulai usaha dari hal sederhana dan memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....