Belajar Menjahit Hari Ini, Siap Kerja Besok

  • 22 Apr 2026 10:10 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Nia Tiro berbagi perjalanan usaha menjahit sejak 2016
  • Pelatihan BLK menjadi langkah awal membangun keterampilan
  • Menjahit dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi
  • Peluang penghasilan dari jasa permak cukup menjanjikan
  • Sikap, pelayanan, dan kreativitas jadi kunci sukses usaha
  • Anak muda didorong memanfaatkan pelatihan gratis pemerintah

RRI.CO.ID, Ende - Program siaran Pro Dua RRI Ende menghadirkan kisah inspiratif pelaku usaha muda dalam tema “Belajar Hari Ini, Siap Besok”, Selasa, 24 Maret 2026. Nia Tiro, pemilik usaha Busana 20 Tiro, menjadi narasumber yang membagikan pengalaman serta peluang keterampilan menjahit bagi generasi muda.

Nia mengisahkan awal perjalanannya yang dimulai sejak Juli 2016 usai lulus SMA, berkat ajakan teman serta dorongan keluarga. Ia kemudian mengikuti pelatihan menjahit di Balai Latihan Kerja selama satu bulan sebelum melanjutkan pelatihan intensif selama satu tahun di Kabupaten Kupang.

Saat ini, Nia telah membuka usaha Busana 20 Tiro yang berlokasi di Jalan Nangka, belakang BPK, Ende. Usahanya melayani berbagai kebutuhan busana, khususnya pakaian wanita seperti dress dan busana pesta, serta kemeja pria.

Menurut Nia, keterampilan menjahit memiliki peluang besar dalam menciptakan kemandirian ekonomi di tengah sulitnya lapangan pekerjaan. Ia mencontohkan bahwa dari jasa permak sederhana seharga Rp20.000 per potong, seseorang dapat meraih penghasilan hingga Rp3.000.000 per bulan sebagai tahap awal.

Ia juga menegaskan bahwa menjahit bukan lagi pekerjaan yang identik dengan generasi lama, melainkan bagian penting dari industri fashion modern. Penjahit memiliki peran strategis dalam menciptakan desain unik, termasuk busana pesta hingga gaun pernikahan yang bernilai tinggi.

Dalam menjalankan usaha, Nia menghadapi tantangan utama berupa beragam karakter pelanggan serta permintaan desain yang mengikuti tren global. Namun, ia menekankan bahwa sikap ramah, pelayanan yang baik, serta kreativitas dalam mendesain menjadi kunci utama mempertahankan pelanggan.

Menutup perbincangan, Nia mengajak anak muda untuk tidak ragu memulai belajar keterampilan sejak sekarang. Ia juga mendorong pemanfaatan pelatihan gratis dari pemerintah sebagai langkah awal membangun usaha mandiri di bidang fashion.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....