Pendapatan Negara di Wilayah KPPN Ende Naik 22 Persen hingga Mei 2026
- 25 Jun 2026 18:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Realisasi pendapatan negara di wilayah kerja KPPN Ende hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp161,63 miliar atau tumbuh 22,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada saat bersamaan, realisasi belanja negara juga menunjukkan tren positif dengan penyerapan mencapai Rp1,43 triliun atau 45 persen dari total pagu anggaran.
Kepala KPPN Ende, Agus Setiawan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi di wilayah Flores sekaligus meningkatnya kesiapan satuan kerja dalam mengeksekusi program pemerintah sejak awal tahun anggaran.
“Pertumbuhan pendapatan negara dan percepatan belanja pemerintah menunjukkan APBN tetap berperan penting sebagai instrumen stabilitas ekonomi dan pendorong pembangunan daerah,” ujar Agus Setiawan.
Berdasarkan data KPPN Ende, penerimaan perpajakan menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara dengan realisasi Rp138,08 miliar atau tumbuh 33,65 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas sebesar Rp71,67 miliar serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp32,03 miliar.
Selain itu, penerimaan dari sektor Bea Masuk juga mengalami lonjakan pertumbuhan tertinggi secara persentase hingga 1.027,78 persen dengan nilai Rp0,10 miliar. Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat memberikan kontribusi sebesar Rp23,55 miliar.
Di sisi belanja negara, realisasi Belanja Pemerintah Pusat atau Kementerian/Lembaga mencapai Rp302,87 miliar atau 40 persen dari pagu. Nilai tersebut meningkat 39,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja modal menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 220,84 persen dengan realisasi sebesar Rp58,93 miliar. Peningkatan tersebut dipicu percepatan proyek strategis nasional pada Satker UPP Marapokot dan Proyek Jalan Nasional IV.
Belanja Pegawai tercatat sebesar Rp139,82 miliar atau 41 persen dari pagu, sedangkan Belanja Barang mencapai Rp104,11 miliar atau 37 persen dari pagu. Pertumbuhan Belanja Barang tercatat sebesar 42,30 persen yang didorong peningkatan aktivitas operasional di KSOP Laurentius Say dan Proyek Jalan Nasional IV.
Sementara itu, realisasi Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp1,12 triliun atau 46 persen dari total pagu. Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp830,93 miliar, disusul Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik sebesar Rp223,42 miliar dan Dana Desa sebesar Rp71,66 miliar.
KPPN Ende juga mencatat tiga kementerian/lembaga dengan realisasi anggaran terbesar, yakni Kementerian Perhubungan sebesar Rp93,30 miliar, Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar Rp55,64 miliar, dan Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp49,61 miliar.
Agus menegaskan KPPN Ende bersama seluruh satuan kerja dan pemerintah daerah akan terus mengawal pelaksanaan APBN agar terserap secara berkualitas, transparan, dan akuntabel. Dengan pengelolaan yang optimal, APBN diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Flores.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....