Relawan Muda Ende Diajak Bergerak Menjaga Budaya Lokal
- 31 Agt 2026 16:09 WIB
- Ende
Poin Utama
- Relawan budaya menjadi ruang bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya lokal Ende.
- Komunitas Titik Nadi menggabungkan kreativitas, pariwisata, dan budaya melalui inovasi generasi muda.
- Ruang Bicara Project berfokus pada komunikasi, personal branding, dan peningkatan literasi lokal.
- Kesadaran sebagian anak muda Ende terhadap budaya dinilai masih perlu diperkuat.
- Relawan dari luar daerah menunjukkan antusiasme tinggi ketika mengikuti kegiatan budaya di Desa Ngela.
- Pengalaman tinggal di rumah adat dan mengikuti Jokaju, Gawi, serta Tarian Mure menjadi pembelajaran langsung.
- Relawan memperoleh pengalaman, jaringan, dan pengetahuan melalui interaksi bersama masyarakat adat.
- Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mengemas dan mempromosikan budaya lokal secara kreatif.
RRI.CO.ID, Ende - Pro Dua RRI Ende mengangkat gerakan relawan budaya melalui Obrolan Spada bertajuk Volunteer For Culture: Anak Muda Bergerak Untuk Budaya, Jumat 17 JUli 2026. Diskusi santai ini menghadirkan Aldi Saputra Mochsen dan Carmenita Lamba, dua pegiat budaya muda asal Kabupaten Ende.
Komunitas Titik Nadi milik Karmenita berfokus pada kreativitas, pariwisata, dan budaya melalui inovasi anak muda di Kabupaten Ende. Ruang Bicara Project yang didirikan Aldi menjadi wadah komunikasi, branding, dan literasi lokal bagi generasi muda Ende setempat.
“Budaya bukan hanya tarian atau kain tenun, tetapi juga tutur bicara dan sikap kita sehari-hari,” ujar Carmenita. “Teknologi harus kita manfaatkan untuk membuat budaya daerah terlihat keren, modern, dan menarik bagi masyarakat dunia,” kata Aldi.
Keduanya menilai kepedulian anak muda Ende terhadap budaya masih minim, meski relawan luar daerah menunjukkan antusiasme sangat tinggi. Pengalaman Asar-Asa Indonesia 2026 di Desa Ngela memperlihatkan relawan tinggal di rumah adat serta mengikuti ritual Jokaju masyarakat.
Para relawan juga mengikuti Gawi selama empat hari, sementara Karmenita menyaksikan sakralnya Tarian Mure untuk pertama kalinya langsung. Tantangan relawan budaya meliputi orientasi keuntungan materi, kesibukan pendidikan, pekerjaan, serta derasnya pengaruh budaya luar yang semakin viral.
Menurut mereka, menjadi relawan menawarkan pengalaman hidup bersama masyarakat adat, memperluas jaringan, sekaligus menambah pengetahuan baru bagi peserta. Kemasannya yang kreatif membuat kegiatan tradisional terasa menyenangkan, sehingga kerelawanan budaya dapat menarik lebih banyak anak muda Ende.
Carmenita mengajak generasi muda berhenti sekadar mengaku bangga dan mulai mengambil tindakan nyata untuk menjaga identitas budaya mereka. Aldi mendorong pemuda melek teknologi dan mengemas konten budaya kreatif agar tradisi lokal dikenal luas melalui media digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....