SMANSA Ende Ukir Prestasi Tari lewat Semangat Pantang Menyerah Bersama
- 27 Jul 2026 14:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Program Generasi Prestasi Pro 2 RRI Ende Senin 22 Juni 2026 menghadirkan dua siswi SMA Negeri 1 Ende, Yohana Silvia Tonda dan Amelia Berlian Haru, yang baru saja meraih Juara III kategori Tari Kreasi pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Ende. Mengusung tema "Ekspresikan Diri, Ukir Prestasi", keduanya membagikan pengalaman berkompetisi sekaligus semangat melestarikan budaya melalui seni tari.
Prestasi tersebut diraih setelah melalui persiapan yang terbilang singkat. Silvie dan Amel hanya memiliki waktu latihan selama dua hari bersama guru pembimbing untuk menyusun koreografi dan menyesuaikan aransemen musik, sementara sejumlah sekolah lain telah mempersiapkan penampilan mereka selama sekitar satu bulan.
Silvie mengaku momen perlombaan masih membekas dalam ingatannya karena sempat mengalami kendala saat tampil di atas panggung. "Gelang yang saya pakai sempat terlepas ketika menari dan itu membuat saya sedikit kehilangan fokus. Namun saya berusaha tetap menyelesaikan penampilan hingga akhir," ujarnya.
Tarian kreasi yang mereka bawakan mengangkat kehidupan remaja Ende pada masa lalu melalui. "Kami ingin menunjukkan bagaimana kehidupan anak muda zaman dulu yang akrab dengan permainan tradisional, menapis beras, dan memikul bakul, berbeda dengan kehidupan remaja saat ini yang lebih dekat dengan teknologi digital," kata Amel.
Di luar aktivitas belajar dan berlatih tari, kedua siswi tersebut juga aktif menjaga kebugaran melalui olahraga seperti lari, renang, dan latihan di pusat kebugaran. Silvie bahkan mulai mempelajari keterampilan menjahit sebagai bekal mewujudkan cita-citanya menjadi desainer busana, sementara Amel terus memperdalam kecintaannya terhadap tari tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah.
Meski mampu membawakan tarian modern, keduanya mengaku lebih menikmati tari tradisional karena memiliki nilai budaya yang kuat. Dari pengalaman mengikuti FLS2N, mereka belajar pentingnya kekompakan, saling menghargai, serta menerima masukan untuk memperbaiki penampilan tanpa saling menjatuhkan, nilai yang menurut mereka menjadi bekal berharga di luar arena perlombaan.
Menutup perbincangan, Silvie mengajak generasi muda agar tetap percaya diri mengejar cita-cita tanpa terpengaruh komentar negatif dari lingkungan sekitar. Sementara Amel mendorong anak-anak muda untuk berani mengembangkan bakat seni sebagai bentuk pelestarian budaya. Keduanya berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan membawa prestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....