Tradisi Ka Nggua Uwi Terus Dijaga Masyarakat Tanazozo

  • 20 Jul 2026 11:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Tradisi Ka Nggua Uwi terus dilestarikan oleh masyarakat Tanazozo sebagai warisan budaya leluhur yang sarat dengan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan persaudaraan. Tradisi yang digelar setiap bulan Juli ini menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Pemangku Adat Persekutuan Adat dan Budaya Tanazozo, Agustinus Raga Wara, mengatakan Ka Nggua Uwi merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan tetap dilaksanakan hingga saat ini. "Tradisi ini adalah warisan leluhur yang kami laksanakan setiap tahun sebagai ungkapan syukur sekaligus mempererat ikatan persaudaraan," ujarnya dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Minggu, 19 Juli 2026.

Agustinus menjelaskan, ubi atau uwi menjadi simbol utama dalam tradisi tersebut. Menurutnya, satu batang ubi yang memiliki banyak cabang melambangkan persatuan keluarga dan ikatan persaudaraan yang tidak boleh terputus.

"Uwi menjadi lambang agar hubungan persaudaraan kami tidak pernah terputus," katanya. Rangkaian tradisi diawali dengan menyiapkan hasil bumi, terutama ubi, yang kemudian diarak menuju rumah adat untuk mengikuti prosesi sakral. Prosesi juga diisi dengan ritual penyucian diri, tarian dan musik tradisional, serta doa adat yang hanya dipimpin oleh pemangku adat.

"Semua tahapan dilakukan sesuai aturan adat yang diwariskan oleh nenek moyang," ucap Agustinus. Selama pelaksanaan tradisi, masyarakat wajib mematuhi aturan adat, termasuk larangan bagi orang luar memasuki kawasan adat tanpa izin dan kewajiban warga tetap berada di kampung selama tiga hari.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dikenai sanksi adat sesuai aturan yang telah disepakati. Aturan ini dibuat untuk menjaga kesakralan dan ketertiban selama prosesi berlangsun.

Agustinus berharap generasi muda terus terlibat dalam pelaksanaan Ka Nggua Uwi agar nilai-nilai budaya tetap lestari. Menurutnya, tradisi ini mengajarkan gotong royong, kepedulian, etika, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

"Jangan pernah melupakan budaya sendiri, karena itulah jati diri yang harus kita wariskan kepada generasi berikutnya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....