Cantika Ajak Anak Muda Tetap Berakar di tengah Pop Culture

  • 31 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Menyukai pop culture bukan persoalan selama tidak membuat generasi muda kehilangan akar identitas.
  • Menjaga budaya dapat dilakukan melalui penggunaan bahasa daerah, tenun, dongeng tradisional, dan nilai gotong royong.
  • Generasi muda didorong mengeksplorasi dunia luar dengan tetap memiliki fondasi identitas yang kuat.

RRI.CO.ID, Manggarai - Putri Budaya Indonesia NTT 2025, Cantika Manteiro, mengajak generasi muda menjaga identitas lokal di tengah pengaruh budaya global. Pesan tersebut disampaikan melalui diskusi bertema Melokal vs Melebur: Menjaga Akar di Era Gempuran Pop Culture Pro Dua RRI Ende, Sabtu 4 Juli 2026.

Selain menjalankan peran sebagai duta budaya, Cantika kini menyelesaikan kuliah semester akhir, laporan magang, dan persiapan program KKN. Kesibukan tersebut tidak menghalanginya membahas budaya, terutama menghadapi tantangan generasi muda yang semakin akrab dengan tren global hari.

Cantika menilai anggapan budaya lokal kuno muncul karena sesuatu dari luar selalu dianggap baru dan menarik bagi generasi muda. Menurutnya, tenun kini membuktikan budaya lokal dapat mengikuti perkembangan zaman melalui jaket tenun, sneakers, serta berbagai gaya modern.

“Menyukai budaya luar bukan masalah, tetapi jangan sampai kita lebih mengenal budaya asing daripada budaya daerah sendiri,” ujarnya. “Bagi saya, melebur berarti beradaptasi dan belajar dari dunia luar tanpa melepaskan akar kebudayaan asal kita sendiri,” katanya.

Dalam keseharian, Cantika tetap menggunakan bahasa daerah di rumah, mengenakan tenun, serta mengedukasi anak melalui dongeng tradisional Manggarai. Ia membawa nilai gotong royong dalam kegiatan edukasi ke sekolah dan panti asuhan sebagai cara mengenalkan budaya lokal.

Contoh akulturasi terlihat melalui lagu Imus Moweta karya Guarnery Band dan musik Alffy Rev yang memadukan tradisi dengan elektronik. Menurut Cantika, perpaduan musik modern dan instrumen tradisional membuktikan budaya dapat dikemas kekinian tanpa kehilangan karakter asalnya lokal.

Karena itu, ia mendorong anak muda berani mengeksplorasi dunia luar sambil mempertahankan fondasi identitas yang kuat dari rumah. Tren terus berganti, tetapi identitas, asal-usul, dan nilai kehidupan akan tetap melekat dalam diri setiap generasi muda Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....