Generasi Muda Didorong Lestarikan Tradisi Mela Sare Warisan Leluhur Adonara

  • 28 Jul 2026 14:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Generasi muda didorong menjadi pelaku utama dalam menjaga kelestarian tradisi Mela sare sebagai warisan budaya masyarakat Adonara. Upaya tersebut dinilai penting agar nilai-nilai perdamaian dan kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kepala SDK Witihama Adonara sekaligus penulis berbasis budaya Lamaholot, Michael Boro Bebe, mengatakan tantangan terbesar pelestarian Mela sare saat ini adalah minimnya edukasi budaya dari keluarga serta menurunnya minat generasi muda mempelajari tradisi daerahnya sendiri.

"Orang tua perlu mengedukasi budaya secara masif dan generasi muda harus mau menggali kembali mutiara budaya yang diwariskan leluhur," kata Michael dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menilai kemajuan teknologi tidak boleh membuat masyarakat tercerabut dari akar budayanya. Sebaliknya, perkembangan zaman harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda secara lebih luas.

Menurut Mikael, pelestarian Mela sare memerlukan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Pendidikan karakter berbasis budaya dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai perdamaian sejak usia dini.

Selain menjadi mekanisme penyelesaian konflik, Mela sare juga mengajarkan nilai persatuan, tanggung jawab, gotong royong, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Ia berharap generasi muda semakin mencintai budaya Lamaholot dan menjadikan semangat damai sebagai pedoman hidup. "Mari kita berperang dengan buku dan pena, bukan dengan kekerasan, sehingga damai menjadi warisan terbaik bagi generasi mendatang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....