Anak Usia Dini Perlu Dilatih Merespons Bencana

  • 24 Agt 2026 08:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Anak usia dini dapat mulai dikenalkan keterampilan menghadapi bencana melalui latihan sederhana sejak dini. Pembelajaran konkret membantu anak memahami tindakan keselamatan sebelum menghadapi keadaan darurat secara langsung.

Ditia, Wakil Dekan Fakultas Psikologi UGM, mengatakan pendidikan bencana sebaiknya dimulai sedini mungkin. Menurutnya, anak usia sekitar tiga tahun sudah dapat menerima informasi tentang bencana sejak dini.

Informasi abstrak perlu disampaikan melalui video, demonstrasi, dan kegiatan yang mudah dipahami anak. Anak dapat dilatih mencari tempat perlindungan ketika gempa terjadi di lingkungan mereka secara sederhana.

Latihan berulang membantu membentuk skema kognitif yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan perilaku. Namun, anak usia dini belum tentu mampu melakukan evakuasi secara mandiri.

Karena itu, guru, orang tua, dan pendamping perlu mendapatkan latihan kebencanaan secara memadai. Ditia menilai keterampilan praktis lebih penting dikenalkan kepada anak sekolah dasar terlebih dahulu.

Pembiasaan sejak kecil diharapkan membentuk respons keselamatan yang tepat ketika bencana terjadi secara nyata. Anak juga perlu belajar bersama lingkungan yang dapat membantu proses evakuasi mereka secara bertahap.

Guru dan orang tua perlu memahami kebutuhan anak ketika keadaan darurat berlangsung secara tepat. Pendampingan penting karena kemampuan fisik dan pemahaman anak masih berkembang secara bertahap.

Menurut Ditia, pendidikan kebencanaan dapat dilakukan melalui kegiatan yang bersifat konkret sejak dini. Latihan sederhana membantu anak menghubungkan pengetahuan dengan tindakan yang harus dilakukan secara langsung.

Misalnya, anak dapat diajarkan mencari perlindungan ketika merasakan guncangan gempa secara konsisten. Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi respons otomatis ketika ancaman bencana benar-benar terjadi nantinya.

Pendidikan sejak dini juga membantu membangun budaya kesiapsiagaan dalam kehidupan anak sehari-hari. Namun, pembelajaran harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak menerima informasi secara bertahap.

Pelibatan orang dewasa diperlukan agar latihan keselamatan berlangsung aman dan konsisten setiap waktu. Pembiasaan tersebut dapat membantu anak menghadapi bencana dengan respons yang lebih tepat.

Ditia menilai keterampilan praktis menjadi dasar penting pendidikan kebencanaan bagi anak usia dini. Pendidikan tersebut juga perlu didukung lingkungan yang memahami kebutuhan anak ketika bencana terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....