Arus Pariwisata Picu Pergeseran Identitas Budaya Lokal
- 14 Apr 2026 20:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Arus pariwisata yang berkembang pesat dinilai memicu pergeseran identitas budaya lokal, terutama di kalangan generasi muda yang semakin jauh dari nilai-nilai tradisi. Kondisi ini menjadi perhatian serius pelaku seni dan budaya di daerah.
Rikardus Ngaca, Founder Sanggar Potang Iring mengatakan perubahan perilaku generasi muda terlihat jelas dibandingkan masa sebelumnya. “Terjadi pergeseran karena globalisasi dan digitalisasi yang memengaruhi cara pandang anak muda terhadap budaya,” ujarnya saat diwawancarai RRI beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, generasi muda saat ini cenderung mengalami euforia terhadap pariwisata, tetapi minim dalam memahami makna budaya. Hal ini terlihat dari kurangnya minat mengikuti kegiatan berbasis tradisi di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kurangnya edukasi budaya sejak dini. Selain itu, peran lembaga pendidikan dinilai belum maksimal dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal, ungkapnya.
Rikardus juga menyoroti kurangnya ruang atau wadah khusus untuk pertunjukan budaya. Selama ini, kegiatan seni masih bersifat permintaan wisatawan dan belum menjadi agenda rutin yang terstruktur.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam menyediakan ruang edukasi budaya. “Perlu ada sentra budaya agar anak-anak muda lebih dekat dan tidak enggan belajar tradisi,” katanya.
Rikardus berharap generasi muda dapat kembali mengenali identitas diri dan tidak tergerus arus globalisasi. Ia menilai pelestarian budaya harus dimulai dari kesadaran individu dan dukungan bersama semua pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....