Generasi Muda Dinilai Menjauh dari Musik Tradisional
- 02 Mar 2026 10:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Program obrolan budaya Pro Dua RRI Ende, membahas pandangan generasi muda terhadap perkembangan kesenian musik tradisional daerah, Sabtu, 21 Februari 2026. Narasumber Lian Seto, lulusan Magister Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang berbagi analisis serta pengalamannya.
Kini ia menjadi dosen pendidikan musik di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan aktif meneliti budaya lokal. Dalam obrolan tersebut ia menyoroti penurunan minat anak muda terhadap musik tradisional yang dianggap kuno.
Menurut Lian, generasi muda cenderung menyukai budaya instan dan terpengaruh arus musik Barat serta Korea. Tantangan terbesar justru berasal dari dalam diri sendiri yaitu kurangnya kemauan mempelajari proses yang dianggap sulit.
Ia menekankan pendidikan keluarga dan sekolah berperan penting mengenalkan nilai budaya sejak usia dini. Tanpa fondasi tersebut generasi muda mudah kehilangan keterhubungan dengan identitas musik tradisional daerahnya.
Lian juga meneliti alat musik gesek tradisional Sato asal Waturaka Kabupaten Ende yang memiliki satu senar. Sato dahulu terbuat dari labu hutan kering namun kini sering menggunakan batok kelapa karena keterbatasan bahan.
Untuk menarik minat anak muda ia merancang sanggar kolaboratif memadukan Sato dengan aransemen musik modern. Ia mengapresiasi festival budaya pemerintah daerah dan berharap pelibatan generasi muda dilakukan lebih konsisten.
Sebagai konduktor Lian menegaskan dirigen memimpin perjalanan musikal bukan sekadar melambaikan tangan di panggung. Ia mengajak anak muda belajar melalui media sosial serta bangga menjaga identitas budaya agar tidak punah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....