TKD Dinilai Rendah, Bupati Flores Timur Minta Dukungan Pemerintah Pusat

  • 07 Okt 2026 11:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur: Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan keluhan terkait rendahnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) serta alokasi DAK Fisik bidang jalan kepada pemerintah pusat. Masukan tersebut disampaikan dalam agenda Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah antara kepala daerah dan Kementerian Dalam Negeri, Rabu 30 September 2026.

Di sela agenda pemerintahan di Pulau Adonara, Doni Dihen mengikuti Zoom Meeting bersama Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Cheka Virgowansyah. Sejumlah pejabat daerah juga mengikuti pertemuan tersebut dari ruang rapat Bupati Flores Timur.

Dalam pertemuan itu, Doni Dihen menilai besaran TKD yang diterima Flores Timur belum sebanding dengan tingginya kebutuhan pembangunan daerah. Kondisi tersebut semakin berat karena Flores Timur saat ini juga menghadapi dampak bencana alam dan bencana sosial.

Bupati berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali besaran transfer ke daerah agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Flores Timur. Ia juga meminta adanya kemudahan dalam proses birokrasi pencairan dana transfer daerah sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan.

Perhatian khusus juga disampaikan terkait DAK Fisik bidang jalan. Pada 2026, Flores Timur mendapat alokasi sekitar Rp53 miliar untuk sektor tersebut, sementara panjang jalan rusak di wilayah itu mencapai sekitar 310 kilometer.

Menurut Doni Dihen, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembiayaan untuk penanganan infrastruktur jalan di Flores Timur. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dapat mempertimbangkan kembali dukungan anggaran untuk perbaikan jalan.

Selain persoalan anggaran, Bupati Flores Timur turut menyampaikan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai membuka pasar bagi hasil pertanian masyarakat melalui pasokan sayuran dan buah-buahan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Saat ini, Flores Timur telah memiliki delapan SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah dan masih direncanakan pembangunan 40 SPPG lainnya. Menurut Doni Dihen, pengembangan SPPG berpotensi semakin memperluas penyerapan hasil pertanian lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Menanggapi sejumlah masukan tersebut, Dirjen Otda Cheka Virgowansyah menyambut baik persoalan yang disampaikan Bupati Flores Timur. Pihaknya berjanji akan mendiskusikan persoalan tersebut bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia, khususnya terkait transfer ke daerah dan dukungan anggaran yang menjadi perhatian Flores Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....