SPPG Pulau Mesah Resmi Beroperasi, Layani 560 Penerima Manfaat
- 03 Okt 2026 13:51 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Pulau Mesah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 2 Oktober 2026.
SPPG tersebut akan melayani 560 penerima manfaat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang terdiri atas 343 pelajar dan anak usia dini serta 217 balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sekretaris Utama BGN, Lili Khamiliyah, mengatakan peluncuran SPPG di Pulau Mesah merupakan bagian dari peluncuran serentak di 16 provinsi di Indonesia. Program tersebut akan diperluas secara bertahap ke wilayah lainnya.
“Anak Indonesia di kota besar tentunya berbeda dengan di pulau kecil. Dan pulau kecil ini menjadi prioritas utama khususnya di Badan Gizi Nasional,” kata Lili.
Dari total penerima manfaat kelompok pelajar dan anak usia dini, sebanyak 270 orang merupakan siswa SD Negeri Pulau Mesah, 59 siswa SMP Negeri 1 Atap Pulau Mesah, dan 14 anak dari Kelompok Bermain Anemon Jaya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Manggarai Barat, Salvador Pinto, yang mewakili Bupati Manggarai Barat, mengatakan kehadiran SPPG menjadi bentuk pelayanan pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat di wilayah kepulauan.
Ia berharap program tersebut dapat berkontribusi terhadap penanganan stunting dan masalah kesehatan lainnya, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Manggarai Barat.
Pinto juga mengingatkan pengelola SPPG agar menjaga kebersihan, mutu makanan, ketepatan waktu penyajian, dan keamanan pangan. Koordinasi dengan perangkat daerah terkait, terutama Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, dan Dinas Ketahanan Pangan, perlu diperkuat untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Jadikanlah bahwa kita melayani ini benar-benar seolah-olah melayani anak kita sendiri, sehingga berikanlah kualitas yang terbaik,” ujarnya.
Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, mendorong agar pelaksanaan MBG di Pulau Mesah turut memanfaatkan potensi pangan lokal. Menurutnya, penggunaan bahan pangan dari masyarakat setempat dapat mendukung pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan perekonomian warga.
“Penyajian MBG di Pulau Mesah harus berpihak pada kearifan lokal,” kata Benediktus.
Ia menilai potensi perikanan Pulau Mesah dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan bahan pangan bagi SPPG, sehingga masyarakat setempat juga memperoleh manfaat ekonomi dari pelaksanaan program tersebut.
Senada dengan itu, Salvador Pinto meminta agar ikan menjadi salah satu bahan utama dalam menu MBG di Pulau Mesah, dengan tetap memperhatikan pengolahan dan kandungan gizinya.
“Utamakanlah menu yang disajikan adalah menu ikan, yang tentunya itu juga protein yang sangat tinggi. Tinggal bagaimana cara pengolahannya agar menjadi lebih baik,” ujarnya.
Peluncuran SPPG Pulau Mesah turut dihadiri Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin, perwakilan Polres Manggarai Barat, perwakilan Kodim 1630/Manggarai Barat, Kepala KPPG Denpasar Wilayah Bali Nusra Mursina Wahyuningsih Daeng, Koordinator Wilayah Manggarai Barat Dania Ulfi Ningrum, SPPI Manggarai Barat, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
SPPG Pulau Mesah diharapkan dapat memperluas akses layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat kepulauan sekaligus mendukung pemanfaatan pangan lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....