Kemarau Panjang Tekan Produksi Tanaman Perkebunan Ende
- 22 Sep 2026 12:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mulai menekan produktivitas sejumlah tanaman perkebunan. Kondisi ini diperparah paparan abu vulkanik Gunung Lewotobi yang turut memengaruhi pertumbuhan tanaman di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Dean, mengatakan kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan petugas di sejumlah kawasan perkebunan. Hal itu disampaikan Gadir saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Senin 21 September 2026.
| Baca juga: Program MBG Dongkrak Harga Jeruk Nipis Ngada |
Menurut Gadir, tanaman perkebunan yang terdampak kemarau panjang antara lain jambu mete dan cengkeh. Kekurangan air membuat tanaman kesulitan mempertahankan kondisi optimal, terutama saat memasuki fase pembungaan.
“Bukan gagal panen, tetapi produktivitasnya turun sekitar 40 sampai 50 persen akibat kemarau panjang, karena bunga tanaman jika tidak ada hujan akan mengalami kekeringan,” ujar Gadir.
Ia menjelaskan penurunan produktivitas tersebut tidak berarti tanaman perkebunan mengalami gagal panen secara keseluruhan. Namun, minimnya curah hujan membuat bunga tanaman lebih rentan mengering sehingga hasil yang diperoleh petani ikut berkurang.
Berbeda dengan tanaman perkebunan, kondisi tanaman hortikultura di Kabupaten Ende sejauh ini relatif tidak mengalami persoalan serupa. Petani masih dapat mengandalkan sumber air dari irigasi maupun aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Gadir mengatakan petani hortikultura telah menyesuaikan kegiatan budidaya dengan ketersediaan sumber air. Sebelum menanam sayuran, petani memastikan terlebih dahulu adanya sumber air yang dapat digunakan selama masa pertumbuhan tanaman.
Dengan kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Ende terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman perkebunan dan hortikultura di sejumlah wilayah. Pemantauan diperlukan untuk melihat dampak kemarau sekaligus mengetahui kondisi produksi tanaman di tengah keterbatasan curah hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....