Program MBG Dongkrak Harga Jeruk Nipis Ngada

  • 29 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendorong kenaikan harga jual jeruk nipis produksi petani Kabupaten Ngada hingga dua kali lipat. Penyerapan langsung ke dapur pengelola MBG dinilai membuka pasar yang lebih menguntungkan sekaligus memperkuat pendapatan petani.

Ketua Kelompok Tani Bomanu, Maria Erna Goreti Pati, mengatakan harga jeruk nipis yang sebelumnya sekitar Rp10 ribu per kilogram kini mencapai Rp20 ribu. Kenaikan tersebut terjadi setelah hasil panen kelompok mulai terserap melalui kebutuhan bahan pangan untuk program MBG.

“Harga jeruk nipis naik menjadi Rp20 ribu per kilogram karena program MBG,” kata Maria dalam Program Komunitas Bicara Pro 1 RRI Ende, Minggu, 26 Juli 2026. Menurutnya, harga tersebut memberikan keuntungan lebih baik dibandingkan penjualan melalui pasar tradisional.

Maria menjelaskan, hasil panen petani dikirim langsung ke dapur pengelola MBG sehingga distribusi menjadi lebih pendek. Pola tersebut memungkinkan petani memperoleh harga yang lebih baik karena produk tidak terlalu banyak melewati rantai perantara.

Dampak kenaikan harga mulai memengaruhi keputusan petani dalam mengelola lahan. Jeruk nipis yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai tanaman pekarangan kini dinilai memiliki peluang ekonomi sehingga anggota kelompok terdorong memperluas area budidaya.

Penyerapan produk lokal melalui MBG juga membuka peluang pasar yang lebih pasti bagi komoditas pertanian masyarakat. Kondisi tersebut dapat mendorong petani meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani apabila permintaan berlangsung secara konsisten.

Namun, peningkatan manfaat ekonomi bagi petani membutuhkan kepastian penyerapan dan mekanisme kemitraan yang berkelanjutan. Pemerintah dan pengelola MBG diharapkan menjaga kelancaran program agar pasar bagi produk lokal tidak hanya meningkat sementara, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok pangan daerah.

Maria menilai keterlibatan petani lokal dalam pemenuhan kebutuhan MBG dapat memperkuat ekonomi pedesaan. Jika penyerapan komoditas dilakukan secara konsisten dengan harga yang layak, program tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda berupa pemenuhan pangan bergizi dan peningkatan pendapatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....