Semangka Hadakewa Tembus Pasar Modern di Nusa Tenggara Timur
- 15 Agt 2026 14:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata - Semangka asal Desa Hadakewa, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mulai menembus pasar modern di Kota Kupang. Produk pertanian tersebut dipasarkan ke sejumlah jaringan ritel, hotel, dan rumah sakit swasta.
Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kwaman kepada RRI Ende, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil perjuangan panjang untuk menghasilkan semangka berkualitas. Ia menyebut kualitas menjadi kunci agar produk pertanian desa tidak hanya bergantung pada pasar tradisional.
Menurut Klemens, pengembangan semangka dan melon di Hadakewa telah dimulai sejak 2024. Pengembangan tersebut dilakukan setelah melihat kebutuhan pasar Lembata yang masih mendatangkan buah dari luar daerah.
Ia menjelaskan semangka yang dihasilkan petani Hadakewa memiliki tingkat kemanisan atau brix di atas 10. Sementara melon yang dikembangkan memiliki tingkat kemanisan sekitar 15 brix sehingga masuk kategori premium.
"Kalau suatu saat nanti ada kompetitor, ada persaingan, harga sama tetapi kita bedanya di kualitas," ujar Klemens. Karena itu, petani didorong untuk memperhatikan pemilihan bibit, penggunaan pupuk, hingga proses budidaya.
Klemens mengatakan sekitar tiga ton semangka Hadakewa telah dikirim ke Kupang untuk memasuki pasar modern. Dari pengiriman tersebut, produk berhasil masuk ke Hypermart, sejumlah hotel ternama, dan rumah sakit swasta di Kota Kupang.
Pemerintah Desa Hadakewa kini berupaya menjaga kesinambungan pasokan semangka untuk memenuhi permintaan pasar. Klemens mengatakan kelompok petani juga mendapatkan pendampingan agar menerapkan standar operasional prosedur budidaya yang sama.
Menurutnya, ketersediaan stok menjadi salah satu perhatian utama karena permintaan terhadap semangka Hadakewa mulai meningkat. Untuk menjaga pasokan, petani menerapkan kalender tanam dengan mengatur waktu penanaman di beberapa lahan secara bergantian.
Klemens menegaskan pemerintah desa berupaya memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Dengan demikian, petani dapat lebih fokus pada produksi sementara pemerintah membantu membuka dan memperluas jaringan pemasaran.
Selain pasar modern, semangka Hadakewa juga telah dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Klemens menyebut pihaknya telah memasok kebutuhan buah untuk sejumlah dapur di Lembata dan mulai menjajaki kerja sama dengan dapur di Kota Kupang.
Ia berharap semangka Hadakewa tidak hanya berkembang di pasar NTT, tetapi dapat menjangkau pasar nasional hingga internasional. Upaya tersebut akan dilakukan dengan mempertahankan kualitas, menjaga ketersediaan pasokan, dan memperluas jejaring pemasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....