Pengadaan Lahan Jadi Tantangan Relokasi Penyintas Lewotobi
- 19 Sep 2026 20:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, FLORES TIMUR – Pemerintah Kabupaten Flores Timur menilai pengadaan tanah skala besar menjadi salah satu tantangan utama dalam proses relokasi dan pembangunan Hunian Tetap atau Huntap bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Proses tersebut membutuhkan waktu karena pemerintah harus memastikan kepastian lokasi sekaligus melakukan pendekatan kepada para pemilik lahan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Flores Timur Saul Paulus Lagadon Hekin kepada RRI Kamis 17 September 2026 mengatakan kebutuhan lahan terpadu mencapai kurang lebih 50 hektare. Penyiapan lahan tersebut memerlukan proses dan pendekatan khusus agar lokasi yang dibutuhkan dapat dipastikan untuk mendukung pembangunan Huntap.
“Pengalaman kita kemarin, butuh waktu hingga akhir Desember 2025 untuk mendapatkan kepastian lokasi dari para pemilik lahan,” ucap Saul. Ia mengatakan prosedur pengadaan tanah berdasarkan ketentuan yang berlaku juga membutuhkan proses yang cukup panjang.
Menurut Saul, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam percepatan relokasi penyintas bencana. Ia berharap pemerintah pusat dapat menyiapkan regulasi khusus yang memungkinkan pengadaan tanah dalam kondisi darurat bencana dilakukan dengan mekanisme yang lebih cepat.
Regulasi khusus tersebut dinilai dapat membantu pemerintah daerah mempercepat penyediaan lahan untuk kebutuhan relokasi warga terdampak. Dengan kepastian lahan yang lebih cepat, tahapan pembangunan hunian bagi penyintas diharapkan dapat segera dilaksanakan.
Meski menghadapi tantangan dalam pengadaan lahan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur tetap mendampingi warga yang saat ini masih berada di Hunian Sementara atau Huntara. Pendampingan dilakukan antara lain melalui penyaluran Bantuan Tunggu Hunian atau BTH serta program pemulihan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah terus berupaya memastikan kebutuhan penyintas tetap mendapat perhatian selama proses relokasi berlangsung. Dukungan tersebut diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempersiapkan diri hingga dapat menempati hunian tetap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....