Pesan Injil Lukas Dorong Umat Memperdalam Kehidupan Iman

  • 04 Sep 2026 08:43 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Perintah Yesus kepada Simon Petrus, 'Bertolaklah ke tempat yang dalam,' menjadi tantangan spiritual karena para nelayan telah bekerja keras sepanjang malam tanpa hasil, namun Simon tetap percaya pada sabda Yesus dan menebarkan jala.
  • Melalui perenungan Injil Lukas, umat Katolik diajak untuk memperdalam iman dengan belajar dari teladan Simon Petrus yang tetap bertahan dalam kepercayaan meskipun menghadapi kesulitan dan kegagalan.
  • Firmus Rhaki mengajak umat Katolik bertolak ke “tempat yang dalam” melalui refleksi iman.

RRI.CO.ID, Ende - Pesan Injil Lukas mendorong umat untuk memperdalam kehidupan iman melalui permenungan atas perintah Yesus kepada Simon Petrus, “Bertolaklah ke tempat yang dalam.” Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Firmus Rhaki, S.Fil., dalam program Mutiara Pagi Agama Katolik RRI Pro 1 Ende, Kamis, 3 September 2026.

Firmus menjelaskan, perintah Yesus kepada Simon Petrus menjadi tantangan karena para nelayan telah bekerja keras sepanjang malam, namun tidak mendapatkan ikan. Meski demikian, Simon tetap menebarkan jala karena percaya pada sabda Yesus, hingga mereka memperoleh tangkapan ikan dalam jumlah besar.

Menurut Firmus, pengalaman Simon Petrus menggambarkan situasi yang kerap dialami manusia ketika berbagai usaha belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan. Orang tua, pasangan suami istri, pekerja, maupun mereka yang sedang menghadapi persoalan keluarga dan kehidupan, dapat mengalami kelelahan setelah berulang kali berusaha tanpa melihat hasil.

"Ajakan “bertolak ke tempat yang dalam” tidak hanya bermakna secara harfiah, tetapi juga menjadi undangan untuk melihat kondisi hati dan kehidupan secara jujur. Kita diajak mengevaluasi kasih, perkataan, kejujuran, serta kesediaan memberikan ruang bagi Tuhan untuk membimbing kehidupan," ujarnya.

Firmus juga menekankan bahwa ketaatan kepada Tuhan tidak selalu membuat persoalan hidup segera menjadi mudah, tetapi dapat membuka ruang bagi perubahan dan karya Tuhan. Sikap mengampuni ketika terluka, tetap jujur saat berhadapan dengan godaan untuk curang, kembali berdoa setelah mengalami kekecewaan, dan berani memulai kembali setelah gagal disebut sebagai bentuk menebarkan jala atas dasar iman.

Melalui kisah Simon Petrus yang menyadari kelemahan dirinya di hadapan Yesus, umat diajak membangun pertobatan yang nyata dengan berani melihat kekurangan diri, bukan hanya kesalahan orang lain. Firmus mengingatkan agar umat tidak berputus asa ketika “jala kehidupan” masih kosong, melainkan tetap berpegang pada sabda Tuhan dan menjadikan hidup sebagai sarana menghadirkan kasih bagi sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....