Utamakan Kerajaan Allah, Bukan Harta Duniawi
- 18 Agt 2026 19:28 WIB
- Ende
Poin Utama
- Penyuluh Agama Katolik Trifonsa Sero menyampaikan pesan pentingnya mengutamakan Kerajaan Allah dalam kehidupan melalui Mimbar Agama RRI pada 18 Agustus 2026.
- Peringatan Yesus tentang sulitnya orang kaya masuk Kerajaan Surga bukanlah larangan untuk memiliki harta, tetapi tentang keterikatan hati terhadap kekayaan.
- Keterikatan pada kekayaan, jabatan, keberhasilan, dan kepemilikan dapat membuat manusia menjauh dari Tuhan dan menghalangi jalan menuju Kerajaan Surga.
RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Trifonsa Sero, S.Ag., mengajak umat Katolik mengutamakan Kerajaan Allah di atas segala sesuatu dalam kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam Mimbar Agama Katolik RRI pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan merujuk pada Injil Matius 19:23-30.
Dalam renungannya, Trifonsa menjelaskan bahwa peringatan Yesus tentang sulitnya orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan larangan untuk memiliki harta. Menurutnya, persoalan utama terletak pada keterikatan hati terhadap kekayaan, jabatan, keberhasilan, dan kepemilikan hingga membuat manusia menjauh dari Tuhan.
Ia menegaskan, harta seharusnya dipandang sebagai berkat yang digunakan untuk membantu sesama dan memuliakan Allah. Karena itu, umat diajak membangun hidup sederhana, bersyukur, berbagi, serta menempatkan kehendak Tuhan sebagai pertimbangan utama ketika menghadapi berbagai pilihan hidup.
Trifonsa juga mengingatkan bahwa pengorbanan dalam mengikuti Kristus tidak pernah sia-sia, meski tidak selalu mendapat penghargaan dari manusia. Ia mengajak umat percaya pada sabda Yesus, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin,” sebagai dasar untuk tetap setia dalam iman, pelayanan, dan tanggung jawab.
Pesan renungan tersebut juga diarahkan pada kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi gempa bumi di Flores. Dalam konteks peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Trifonsa mengajak umat memaknai kemerdekaan dengan saling menguatkan, peduli terhadap korban, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Melalui Mimbar Agama Katolik, umat diajak tidak hanya mendengarkan sabda Tuhan, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, kesetiaan, kepedulian, dan sikap berbagi. Trifonsa berharap iman umat semakin kokoh sehingga setiap berkat yang diterima dapat menjadi sumber kebaikan bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....