Mimbar Agama Pantekosta Ajak Tetap Tenang Hadapi Tantangan
- 29 Agt 2026 14:06 WIB
- Ende
Poin Utama
- Ev. Teresia Wo'i menyampaikan renungan bertema 'Dalam Lindungan Allah' di Mimbar Agama Pantekosta Pro 1 RRI Ende pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
- Pesan renungan mengajak umat percaya untuk menghadapi tekanan kehidupan dengan mengandalkan Tuhan, menguasai diri, dan menjaga ketenangan.
- Renungan merujuk pada Mazmur 91:4 dan menghubungkan perlindungan Allah dengan tantangan dunia seperti kejahatan, keretakan keluarga, narkoba, pelecehan seksual, bencana alam, dan penyakit.
RRI.CO.ID, Ende - Mimbar Agama Pantekosta Pro 1 RRI Ende, Sabtu, 29 Agustus 2026, mengangkat tema “Dalam Lindungan Allah” yang disampaikan Ev. Teresia Wo’i dari Jemaat GPPS Petra Ende. Renungan tersebut mengajak umat percaya menghadapi berbagai tekanan kehidupan dengan tetap mengandalkan Tuhan, menguasai diri, dan menjaga ketenangan.
Mengacu pada Mazmur 91:4, Teresia menyampaikan gambaran tentang perlindungan Allah bagi orang yang menjadikan-Nya sebagai tempat berlindung dan mengandalkan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini dikaitkan dengan kondisi dunia yang menghadirkan beragam tantangan, mulai dari kejahatan, keretakan keluarga, penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual, bencana alam, hingga munculnya berbagai penyakit.
Menurut Teresia, orang percaya tidak hanya membutuhkan keyakinan akan perlindungan Allah, tetapi juga sikap yang tepat ketika menghadapi situasi sulit. Ia menekankan pentingnya menguasai diri dan tetap tenang agar seseorang mampu mengambil keputusan dengan lebih bijaksana serta tetap memiliki ruang untuk berdoa.
Pesan tersebut diperkuat dengan 1 Petrus 4:7 yang mengingatkan orang percaya untuk menguasai diri dan menjadi tenang karena kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Teresia menilai kepanikan, kegelisahan, kemarahan, dan tekanan lingkungan dapat membuat seseorang kehilangan ketenangan dan berujung pada tindakan yang ceroboh.
Teresia juga mengajak pendengar membangun pola pikir positif dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, dan patut dipuji sebagaimana pesan Filipi 4:8. Sikap tenang, menurutnya, bukan semata-mata ditentukan keadaan, melainkan keputusan dan ketetapan hati untuk tetap percaya ketika menghadapi persoalan.
Renungan ditutup dengan doa yang menyerahkan berbagai masalah, kelemahan, dan kelelahan kepada Tuhan serta memohon pengampunan atas kesalahan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Melalui Mimbar Agama Pantekosta, pendengar diajak menjadikan iman dan doa sebagai pegangan untuk menghadapi tekanan kehidupan sekaligus menjalani waktu istirahat dengan hati yang lebih tenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....