Dukungan Desa Perkuat Pengembangan Leye Sebagai Pangan Alternatif

  • 05 Agt 2026 07:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Dukungan pemerintah desa menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan tanaman leye sebagai pangan alternatif yang berkelanjutan di Kabupaten Lembata.

Ketua Komunitas Leye Leuhoe, Yohan Edangwala, menjelaskan pemerintah desa telah membantu pengadaan benih leye untuk dibagikan kepada masyarakat. Hasil panen warga juga dibeli kembali sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pangan lokal.

"Pemerintah desa sudah membantu menyediakan benih dan membeli kembali hasil panen masyarakat untuk terus mengembangkan leye," ujar Yohan dalam program Komunitas Bicara RRI Ende, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurutnya, tanaman leye ( jali - jali ) memiliki potensi besar karena mampu tumbuh di lahan kering dan memiliki kandungan gizi yang baik. Kondisi tersebut menjadikan leye sebagai salah satu pilihan pangan yang sesuai dengan karakter wilayah Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, komunitas masih menghadapi tantangan dalam mengajak lebih banyak anak muda untuk terlibat. Edukasi mengenai pentingnya pangan lokal terus dilakukan melalui berbagai festival dan kegiatan promosi di masyarakat.

Selain memperkenalkan produk olahan seperti kopi, sereal, dan cookies leye, komunitas juga mendorong masyarakat untuk menanam leye di pekarangan dan kebun masing-masing. Upaya itu bertujuan menjaga ketersediaan bahan baku apabila permintaan pasar terus meningkat.

Yohan berharap dukungan terhadap pengembangan leye tidak hanya datang dari pemerintah desa, tetapi juga pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya. Dengan demikian, leye dapat semakin dikenal sebagai pangan lokal yang mendukung ketahanan pangan sekaligus melestarikan budaya masyarakat Lembata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....