Wetan Helero Ajak Anak Muda Jaga Alam Berkelanjutan Bersama Inspiratif

  • 29 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Obrolan Spada Pro 2 RRI Ende menghadirkan Cindy Soge, Founder Wetan Helero, dengan tema "Alam Butuh Aksi".
  • Wetan Helero merupakan komunitas lingkungan dan pelestarian pangan lokal yang berbasis di Desa Hewa, Flores Timur.
  • Komunitas aktif melakukan penghijauan, perlindungan mata air, serta pengembangan pertanian cerdas iklim.
  • Wetan Helero membiasakan anggotanya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan melalui aksi sederhana sehari-hari.
  • Produk pangan lokal Tata Titi Wetan Helero menjadi bagian dari upaya menggabungkan nilai ekonomi, ekologi, dan budaya.

RRI.CO.ID, Flores Timur - Program Obrolan Spada Pro 2 RRI Ende mengangkat tema "Alam Butuh Aksi" dengan menghadirkan aktivis lingkungan sekaligus Founder Wetan Helero, Shindy Soge, sebagai narasumber melalui sambungan telepon, Hunat 26 Juni 2026 . Perbincangan itu membahas pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi pangan lokal sebagai fondasi ketahanan masa depan.

Shindy menjelaskan Wetan Helero merupakan komunitas yang berpusat di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, dan bergerak di bidang pelestarian lingkungan serta pemberdayaan pangan lokal. Nama Wetan merupakan akronim dari Wibu Antibolamen yang merujuk pada anak muda, sedangkan Helero diambil dari nama pangan lokal Jawaawut yang menjadi identitas masyarakat setempat. Komunitas yang berdiri dengan empat anggota itu kini berkembang menjadi lebih dari 40 anak muda yang aktif melakukan berbagai kegiatan konservasi.

Menurut Shindy, perubahan iklim menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi masyarakat, terutama karena berdampak pada ketahanan pangan dan meningkatnya risiko gagal panen. "Kami mendorong anak muda untuk terlibat dalam aksi nyata seperti menanam pohon di kawasan mata air, bantaran sungai, dan menerapkan pertanian cerdas iklim agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan sekadar mengajak anak muda peduli terhadap lingkungan, melainkan membangun kesadaran yang konsisten di tengah derasnya arus media sosial. "Gerakan lingkungan memang tidak memberikan hasil secara instan, tetapi dampaknya akan dirasakan beberapa tahun ke depan. Menanam satu pohon hari ini berarti sedang menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi berikutnya," kata Cindy.

Selain menjalankan program penghijauan, Wetan Helero juga membiasakan anggotanya menerapkan langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan membawa botol minum dan tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam tanaman di pekarangan rumah, menghemat air, serta bertanggung jawab membawa pulang sampah pribadi menjadi bagian dari budaya yang terus dibangun di dalam komunitas.

Tidak hanya bergerak pada aspek konservasi, Wetan Helero juga mengembangkan usaha hijau melalui produk pangan lokal organik dengan merek Tata Titi Wetan Helero. Produk tersebut dikembangkan dengan mengedepankan keseimbangan antara nilai ekonomi, kelestarian lingkungan, dan pelestarian budaya lokal. Komunitas ini mengusung semboyan "Dari Tanah yang Subur untuk Jiwa yang Luhur" sebagai semangat dalam setiap aktivitas pemberdayaan masyarakat.

Menutup perbincangan, Shindy mengajak generasi muda untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten di rumah maupun di lingkungan sekitar. Ia berharap semakin banyak anak muda bergabung dalam gerakan kolaboratif agar upaya menjaga alam dan melestarikan pangan lokal terus berkembang demi masa depan Flores yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....