Caci Penti Pererat Persaudaraan Antar gendang di Manggarai Timur

  • 08 Agt 2026 15:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Permainan caci dalam rangka upacara adat penti di Gendang Lerang, Desa Gololoni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, menjadi momentum mempererat persaudaraan antara Gendang Lerang dan Gendang Copu, Kabupaten Manggarai. "Permainan caci ini menjadi wadah untuk memperkuat persahabatan dan menjaga hubungan baik antargendang agar tetap terpelihara dari generasi ke generasi," ujar Camat Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Harum, S.Pd., M.M., saat dihubungi RRI melalui sambungan telepon, Kamis, 6 Agustus 2026.

Permainan caci merupakan bagian dari rangkaian upacara adat penti atau syukuran yang setiap tahun diselenggarakan masyarakat Gendang Lerang. Pada pelaksanaan tahun ini, keluarga besar Gendang Copu diundang sebagai tamu adat untuk mempererat ikatan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama.

Tradisi caci tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga mengandung nilai persaudaraan, sportivitas, dan penghormatan antarkampung adat. Melalui tradisi tersebut, masyarakat membangun relasi sosial yang harmonis sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari.

Sehari sebelum permainan caci digelar, masyarakat melaksanakan ritual penti di Compang , Rabu, 5 Agustus 2026 sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan para leluhur. Prosesi adat itu diikuti seluruh keluarga besar dari berbagai suku, termasuk suku-suku lainnya yang berada di dalam maupun di luar gendang adat.

Pelaksanaan ritual juga melibatkan generasi muda sebagai bagian dari proses pewarisan nilai budaya. Mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan agar memahami fungsi Compang, Gendang, serta tata cara pelaksanaan ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Agustinus, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan tradisi di masa mendatang. "Anak-anak muda harus mengenal dan memahami adat istiadatnya agar budaya ini tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman," katanya.

Masyarakat berharap upacara penti dan permainan caci terus dilestarikan sebagai identitas budaya masyarakat Manggarai. Tradisi tersebut diharapkan tetap menjadi media memperkuat persaudaraan, menjaga keharmonisan antargendang, serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....