Kemarau Panjang, Petani Flotim Disarankan Beralih ke Hortikultura
- 21 Sep 2026 13:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Petani di Kabupaten Flores Timur diminta tidak terburu-buru menanam padi dan jagung di tengah kemarau panjang yang masih berlangsung. Pemerintah daerah memperkirakan musim tanam normal baru dimulai pada awal Januari mendatang berdasarkan prakiraan cuaca BMKG.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Yosef Sadi Openg, S.P., M.Si., mengatakan kondisi ketersediaan air menjadi pertimbangan utama bagi petani sebelum memulai penanaman. Petani di lahan kering diminta tidak memaksakan penanaman tanaman pangan apabila kebutuhan air belum terpenuhi.
| Baca juga: TMMD Ende Percepat Akses Air Bersih Warga |
"Kalau dari penanggalan normal, puncaknya memang September–Oktober. Namun melihat kondisi kemarau saat ini dan rilis BMKG, musim tanam normal diperkirakan baru masuk pada awal Januari," ujar Yosef kepada RRI Jumat 18 September 2026.
Menurut Yosef, penundaan tanam diperlukan untuk mengurangi risiko gagal tanam maupun gagal panen akibat kekurangan air. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan petani yang mengandalkan lahan kering dengan sumber air terbatas.
Sebagai alternatif selama kemarau, pemerintah daerah menyarankan petani memilih tanaman hortikultura yang memiliki umur panen lebih pendek. Komoditas tersebut juga dinilai lebih hemat air dibandingkan tanaman pangan utama.
"Pilihlah tanaman yang bisa dipanen dalam waktu singkat, seperti hortikultura yang 2–3 minggu atau maksimal 2–3 bulan sudah bisa dipanen dan tidak membutuhkan air terlalu banyak," katanya.
Sementara itu, petani tetap diminta memanfaatkan waktu dengan mempersiapkan lahan dan sarana produksi atau saprodi. Persiapan tersebut diharapkan membuat proses penanaman dapat segera dilakukan ketika hujan mulai turun secara stabil dan berlangsung dalam durasi yang cukup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....