Mutiara Pagi Kristen Soroti Pancasila dan Persatuan Jemaat

  • 01 Jun 2026 11:46 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Mutiara Pagi Kristen Protestan mengangkat tema keterkaitan nilai Pancasila dengan kehidupan jemaat perdana dalam Kisah Para Rasul 2:41-47.
  • Helda Yolanda Adoe menilai lima sila Pancasila tercermin dalam kehidupan iman, persatuan, dan kepedulian sosial jemaat mula-mula.
  • Ende disebut memiliki nilai historis sebagai tempat lahirnya gagasan Pancasila yang dirumuskan oleh Ir. Soekarno.
  • Umat diajak menghadapi tantangan zaman dengan memperkuat iman, persekutuan, dan semangat berbagi kepada sesama.
  • Nilai toleransi, moderasi beragama, persatuan, dan keadilan sosial dinilai penting untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera.

RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Kristen Protestan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Helda Yolanda Adoe, mengajak umat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan berjemaat. Ajakan tersebut disampaikan dalam siaran Mutiara Pagi Kristen Protestan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026.

Dalam renungannya yang mengacu pada Kisah Para Rasul 2:41-47, Helda menyoroti kehidupan jemaat perdana yang dibangun di atas iman, persatuan, kepedulian sosial, dan ketekunan beribadah. Menurutnya, pola hidup jemaat mula-mula memiliki keselarasan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila.

Ia menjelaskan bahwa nilai Ketuhanan tercermin melalui baptisan, doa, dan persekutuan yang dijalani jemaat perdana. Sementara itu, nilai kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial tampak dalam sikap saling berbagi, mengutamakan kepentingan bersama, serta membangun kebersamaan yang erat.

Helda juga mengingatkan bahwa Ende memiliki makna historis sebagai kota tempat lahirnya gagasan Pancasila yang dirumuskan oleh Ir. Soekarno selama masa pengasingannya. Karena itu, masyarakat diajak menjaga dan menghidupi Pancasila sebagai fondasi yang mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk.

Menurutnya, tantangan seperti egoisme, individualisme, materialisme, hingga melemahnya kehidupan rohani dapat mengganggu persatuan gereja maupun masyarakat. Untuk menghadapi kondisi tersebut, umat didorong meneladani kehidupan jemaat perdana dengan memperkuat iman, persekutuan, serta kepedulian terhadap sesama.

Mengusung tema Hari Lahir Pancasila 2026, "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", Helda menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap semangat toleransi, moderasi beragama, persatuan, dan keadilan sosial terus dirawat demi Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....