Flores Timur Rawat Kerukunan Berlandaskan Pancasila Moderasi Beragama

  • 01 Jun 2026 11:34 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kemenag Flores Timur menegaskan Pancasila dan moderasi beragama menjadi pilar utama menjaga kerukunan masyarakat.
  • Moderasi beragama dipahami sebagai sikap beragama yang toleran, seimbang, dan menjauhi ekstremisme.
  • Flores Timur dinilai berhasil merawat harmoni di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.
  • Budaya Gemohing menjadi contoh nyata kearifan lokal yang memperkuat gotong royong dan persatuan masyarakat.
  • Masyarakat diajak terus menghidupi nilai-nilai Pancasila untuk menghadapi tantangan sosial di era modern.

RRI.CO.ID, Flores Timur - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, menegaskan Pancasila dan moderasi beragama menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan masyarakat di daerah yang majemuk. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara pagi RRI Ende, Senin, 1 Juni 2026, memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 yang mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

Menurut Yosef, tema peringatan tahun ini relevan dengan situasi nasional dan global yang menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan kemanusiaan. Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap menjadi pedoman untuk membangun kehidupan yang damai, inklusif, dan harmonis di tengah keberagaman.

Ia menjelaskan moderasi beragama merupakan cara pandang dan sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta menjauhi sikap ekstrem. Konsep tersebut, kata Yosef, tidak menghadirkan ajaran baru, melainkan mengembalikan praktik keberagamaan pada esensi ajaran agama yang mendorong perdamaian dan penghormatan terhadap sesama.

Yosef menambahkan, penerapan moderasi beragama di Flores Timur tercermin dalam kehidupan masyarakat yang terbuka terhadap berbagai suku dan agama. Selain masyarakat suku Lamaholot sebagai kelompok mayoritas budaya, daerah ini juga dihuni beragam komunitas dari berbagai wilayah Indonesia dengan latar belakang agama yang berbeda.

Salah satu kearifan lokal yang terus hidup di Flores Timur adalah budaya Gemohing, yakni tradisi gotong royong yang melibatkan seluruh anggota komunitas tanpa membedakan suku, agama, maupun asal-usul. Budaya tersebut menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas sosial yang memperkuat harmoni antarwarga.

Pada momentum Hari Lahir Pancasila, Yosef berharap masyarakat Flores Timur tetap konsisten menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai penguatan komitmen kebangsaan, toleransi, penghormatan terhadap budaya lokal, dan semangat anti-kekerasan menjadi modal penting dalam menjaga perdamaian di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....