Kasih Tritunggal Jadi Dasar Hidup Umat Beriman
- 31 Mei 2026 11:53 WIB
- Ende
Poin Utama
- Penyuluh Agama Katolik Kemenag Ende, Sofia Kao., menyampaikan renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus melalui program Mutiara Pagi Katolik RRI Ende.
- Tritunggal Mahakudus dipahami sebagai persekutuan kasih Allah yang menjadi sumber kehidupan dan keselamatan manusia.
- Bacaan Kitab Keluaran menegaskan Allah sebagai pribadi yang penyayang, pengasih, dan setia kepada umat-Nya.
- Surat Rasul Paulus mengajak umat membangun sukacita, persatuan, dan damai sebagai buah kehidupan beriman.
- Umat diajak mewujudkan kasih Allah melalui tindakan nyata berupa pengampunan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Sofia Kao., mengajak umat Katolik menghayati Hari Raya Tritunggal Mahakudus sebagai momentum memperdalam iman kepada Allah yang hadir dalam persekutuan kasih. Pesan tersebut disampaikannya dalam program Mutiara Pagi Katolik RRI Ende, Minggu, 31 Mei 2026.
Dalam renungannya, Sofia menjelaskan bahwa misteri Tritunggal Mahakudus bukan sekadar ajaran teologis, melainkan kenyataan kasih Allah yang terus bekerja dalam kehidupan manusia. Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, katanya, menjadi sumber kehidupan, pengampunan, serta keselamatan bagi umat beriman.
Ia mengutip bacaan Kitab Keluaran yang menggambarkan Allah sebagai pribadi yang penyayang, pengasih, panjang sabar, serta berlimpah kasih setia. Menurutnya, perjumpaan Musa dengan Allah di Gunung Sinai menunjukkan bahwa Allah selalu hadir mendampingi umat-Nya meski manusia kerap jatuh dalam kelemahan dan dosa.
Sofia juga menyoroti pesan Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus yang mengajak umat hidup dalam sukacita, persatuan, dan damai sejahtera. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi buah nyata dari kehidupan yang dijiwai oleh kasih Allah Tritunggal.
Sementara itu, Injil Yohanes menegaskan besarnya kasih Allah kepada dunia melalui pengutusan Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Keselamatan, menurut Sofia, merupakan anugerah kasih Allah yang diberikan secara cuma-cuma dan diwujudkan melalui pengorbanan Kristus.
Ia mengajak umat untuk tidak hanya memahami misteri Tritunggal Mahakudus secara intelektual, tetapi juga menghidupinya dalam tindakan nyata sehari-hari. Kasih, pengampunan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama disebut sebagai wujud konkret kehadiran Allah Tritunggal dalam keluarga, Gereja, dan kehidupan bermasyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....