Anak Muda Hidupkan Jewawut lewat Inovasi Pangan Lokal

  • 18 Jun 2026 21:26 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • RRI Ende melalui program CLBK mengangkat pelestarian jewawut bersama Komunitas Wetan Helero.
  • Jewawut atau Wetan merupakan serealia lokal yang tahan terhadap iklim kering Flores.
  • Pangan lokal ini memiliki nilai gizi tinggi dan dipercaya berkhasiat bagi kesehatan.
  • Komunitas Wetan Helero menemukan jewawut semakin jarang dibudidayakan masyarakat.
  • Inovasi produk meliputi bubur, puding, cookies, hingga sereal berbahan dasar jewawut.
  • Jewawut dinilai penting untuk ketahanan pangan dan mitigasi dampak krisis iklim.
  • Pelestarian jewawut juga berarti menjaga bahasa, tradisi lisan, dan budaya lokal.
  • Anak muda diajak mulai mengonsumsi serta mengembangkan pangan lokal bernilai ekonomi.

RRI.CO.ID, Flores Timur - Upaya melestarikan pangan lokal kembali mengemuka dalam program CLBK atau Cerita Langsung Bersama Komunitas Pro Dua RRI Ende, Selasa 2 Juni 2026. Dialog daring tersebut menghadirkan Cindy Soge, founder Komunitas Wetan Helero dari Desa Hewa, Flores Timur, membahas kebangkitan jewawut.

Jewawut atau yang dikenal masyarakat Flores Timur dengan nama Wetan merupakan tanaman serealia warisan leluhur bernilai tinggi. Tanaman tersebut dikenal adaptif terhadap iklim kering tropis sehingga dinilai potensial mendukung ketahanan pangan masyarakat berkelanjutan.

Selain kaya nutrisi, jewawut juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan berdasarkan tradisi yang berkembang di masyarakat. “Kami ingin mematahkan stigma bahwa jewawut hanya pangan masa lalu yang tidak lagi relevan,” kata Cindy. Menurutnya, pangan lokal tersebut justru memiliki peluang besar berkembang melalui pendekatan kreatif yang dekat generasi muda.

Komunitas Wetan Helero mulai bergerak setelah menemukan fakta bahwa jewawut semakin jarang dibudidayakan masyarakat setempat. Hasil diskusi bersama tokoh adat menunjukkan banyak anak muda bahkan tidak lagi mengenal tanaman tersebut.

Untuk menarik minat generasi muda, komunitas itu mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar jewawut yang lebih modern. “Anak muda bisa menikmati jewawut melalui cookies, puding, bubur, hingga produk sereal yang sedang dikembangkan,” ujarnya. Inovasi tersebut dilakukan agar pangan lokal mampu bersaing dengan produk konsumsi populer di pasaran.

Saat ini, komunitas Wetan Helero juga berkolaborasi dengan ahli gizi mengembangkan sereal untuk bayi dan ibu hamil. Produk turunan tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas pemanfaatan jewawut bagi masyarakat.

Bagi Cindy, mengonsumsi pangan lokal bukan hanya soal kebutuhan pangan, melainkan menjaga identitas budaya daerah. Ia mengajak generasi muda mencintai, mengolah, dan mempromosikan pangan lokal agar tetap hidup serta bernilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....