Penenun Solor Kenalkan Tenun Pewarna Alami Kaktus
- 03 Jul 2026 22:35 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Kelompok Penenun Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, menghadirkan inovasi tenun menggunakan pewarna alami berbahan buah kaktus pada Festival Lamaholot 2026. Inovasi tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pameran budaya yang berlangsung di Kabupaten Lembata pada 1 hingga 4 Juli 2026.
Melalui festival tersebut, para penenun menampilkan berbagai produk unggulan, salah satunya syal tenun yang diwarnai menggunakan ekstrak buah kaktus. Pewarna alami tersebut menghasilkan warna khas sekaligus menjadi upaya memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ramah lingkungan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Lusilame, Maria Magdalena Keneka Lewar, mengatakan Festival Lamaholot menjadi kesempatan bagi kelompoknya untuk memperkenalkan inovasi tenun kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, penggunaan pewarna alami merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus menghadirkan nilai tambah pada produk tenun.
"Tenunan dengan bahan pewarna dasar buah kaktus ini sudah kami buat sejak 4 tahun lalu," ujar Maria Magdalena Keneka Lewar.
Tidak hanya memamerkan produk jadi, kelompok penenun juga memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai proses pembuatan kain tenun. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung tahapan pemintalan benang, proses pewarnaan menggunakan buah kaktus, hingga teknik menenun menjadi kain siap pakai.
Atraksi tersebut cukup mendapat perhatian pengunjung karena memperlihatkan secara langsung proses produksi tenun tradisional yang memadukan kearifan lokal dengan inovasi pemanfaatan bahan alami. Demonstrasi tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pelestarian budaya dan penggunaan pewarna yang lebih ramah lingkungan.
Festival Lamaholot 2026 menghadirkan beragam kekayaan budaya masyarakat Lamaholot, mulai dari tenun tradisional, seni pertunjukan, kuliner, hingga promosi destinasi wisata dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan ini, para pelaku ekonomi kreatif berharap produk tenun berbahan pewarna alami semakin dikenal, memiliki nilai jual lebih tinggi, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....