Kemenag Flores Timur Perkuat Peran Guru dan Penyuluh Katolik

  • 23 Mei 2026 11:07 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kemenag Flores Timur menggelar Temu Guru Agama dan Penyuluh Agama Katolik pada 26 Mei 2026.
  • Kegiatan bertujuan memperkuat pelayanan dan pendidikan iman umat Katolik.
  • Mgr. Hans Montero akan menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
  • Peserta mendapat penguatan misi kanonika dan sosialisasi Alkitab terbaru.
  • Pertemuan diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah dan gereja dalam pembinaan umat.

RRI.CO.ID, Flores Timur — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur akan menggelar Temu Guru Agama dan Penyuluh Agama Katolik tingkat Kabupaten Flores Timur pada 26 Mei 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat pelayanan dan pendidikan iman umat Katolik dalam semangat “Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Pengharapan”.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, mengatakan kegiatan itu dilatarbelakangi semangat sinodal bersama Uskup Keuskupan Larantuka yang baru, Mgr. Yohanes Hans Monteiro.

Menurut Yosef, guru agama dan penyuluh agama perlu memahami arah dasar pelayanan Gereja Keuskupan Larantuka agar tugas perutusan berjalan seiring dengan visi gereja lokal.

“Guru agama dan penyuluh agama bukan hanya menjalankan tugas sebagai ASN, tetapi juga mengambil bagian dalam pembangunan gereja lokal sebagai awam Katolik,” katanya dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Ende, Sabtu (23/5/2026) pagi.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan menghadirkan Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai narasumber utama untuk menyampaikan visi besar dan arah dasar Keuskupan Larantuka.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan penguatan terkait misi kanonika bagi guru dan penyuluh agama Katolik serta sosialisasi penggunaan Alkitab terbaru dari Komisi Kateketik Keuskupan Larantuka.

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut yakni “Bersama Gereja Lokal Keuskupan Larantuka Mewujudkan Pelayanan yang Profesional, Berdampak, dan Berakar pada Semangat Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Pengharapan”.

Melalui forum tersebut, Kemenag Flores Timur berharap terbangun kesamaan persepsi antara pemerintah dan gereja dalam pembinaan umat Katolik di daerah.

Yosef menambahkan, hasil pertemuan nantinya diharapkan menjadi dasar evaluasi rutin tahunan bagi guru agama dan penyuluh agama Katolik di Flores Timur.

Pemerintah dan gereja juga diharapkan semakin solid dalam membangun kehidupan umat yang beriman, rukun, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....