Tujuh Metode Pendidikan Anak Teladan Nabi Ibrahim

  • 21 Mei 2026 19:52 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Nabi Ibrahim menjadi teladan pendidikan anak dalam Islam.
  • Pendidikan anak harus dibarengi doa dan pembiasaan ibadah sejak dini.

RRI.CO.ID, Ende - Momentum bulan Zulhijjah menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk meneladani keteguhan iman dan pola pendidikan keluarga Nabi Ibrahim A.S. Melalui siaran Mimbar Agama Islam Radio Republik Indonesia, masyarakat diajak memperkuat pola asuh keluarga demi membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia di tengah tantangan era digital.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Siti Rahmawati, S.Ag., mengatakan keberhasilan Nabi Ibrahim dalam mendidik Nabi Ismail menjadi teladan sepanjang sejarah Islam dan telah diabadikan dalam Al-Qur’an.

“Model pendidikan Nabi Ibrahim dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an dan sangat relevan diterapkan dalam keluarga Muslim saat ini,” ujarnya dalam siaran Mimbar Agama RRI, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, terdapat tujuh metode pendidikan anak yang dapat diteladani dari Nabi Ibrahim A.S. Metode pertama ialah mengutamakan kesalehan dalam memilih pasangan hidup. Ia menjelaskan, pendidikan anak dimulai sejak memilih calon ibu yang memiliki akhlak baik dan keteguhan iman.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu memilih pasangan salehah menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang baik,” katanya.

Metode kedua adalah menjadi teladan atau uswah hasanah bagi anak. Siti Rahmawati menegaskan karakter anak banyak dipengaruhi perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kebiasaan di rumah.

Ia mengutip Surah Al-Mumtahanah ayat 4 dan 6 yang menempatkan Nabi Ibrahim sebagai suri teladan bagi umat manusia.

Metode ketiga yaitu memilih lingkungan yang baik untuk perkembangan mental dan spiritual anak. Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim yang menempatkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di lembah Bakkah disertai doa agar wilayah tersebut diberkahi Allah SWT.

Menurutnya, di era modern perhatian orang tua terhadap lingkungan pergaulan, sekolah, hingga penggunaan media sosial menjadi hal penting agar anak terhindar dari pengaruh negatif.

Metode keempat adalah mengedepankan komunikasi dialogis dengan anak. Ia mencontohkan cara Nabi Ibrahim berdialog dengan Nabi Ismail ketika menerima perintah menyembelih putranya sebagaimana termaktub dalam Surah As-Saffat ayat 102.

“Orang tua tidak boleh selalu memaksakan kehendak kepada anak. Dialog yang baik akan membuat anak merasa dihargai dan lebih mudah menerima nasihat,” ujarnya.

Metode kelima ialah mencintai anak karena Allah SWT. Kisah kurban Nabi Ismail menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah harus berada di atas kecintaan terhadap keluarga maupun harta benda.

Metode keenam yaitu melibatkan anak dalam ibadah dan amal saleh. Ia mengingatkan pentingnya membiasakan anak mengikuti salat berjamaah, pengajian, serta kegiatan keagamaan sejak dini.

“Anak perlu diajak langsung dalam aktivitas ibadah agar tumbuh kebiasaan baik yang terbawa hingga dewasa,” katanya.

Sementara metode ketujuh adalah memperbanyak doa untuk kesalehan anak. Ia mengutip doa Nabi Ibrahim dalam Surah As-Saffat ayat 100, “Rabbi habli minas salihin” yang berarti memohon keturunan saleh kepada Allah SWT.

Menurutnya, pendidikan anak tidak cukup hanya dengan usaha lahiriah, tetapi juga harus dibarengi doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.

“Anak adalah amanah sekaligus tabungan akhirat bagi orang tua,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....