Resmikan Jembatan Merah Putih, Kapolda NTT Wujudkan Harapan Warga

  • 07 Jul 2026 18:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko meresmikan Jembatan Merah Putih di Kampung Bestobe, Selasa 7 Juli 2026. Peresmian berlangsung di Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, disambut antusias masyarakat yang telah lama menantikan akses penghubung tersebut.

Suasana haru menyelimuti lokasi ketika warga menyambut kedatangan rombongan Kapolda bersama jajaran Polda Nusa Tenggara Timur dan pemerintah setempat. Tangis bahagia serta tepuk tangan mengiringi prosesi peresmian sebagai ungkapan syukur atas hadirnya fasilitas yang sangat dinantikan masyarakat.

Rombongan disambut melalui pengalungan selendang, tarian adat anak-anak Kampung Bestobe, serta prosesi Natoni sebagai penghormatan kepada para tamu kehormatan. Penyambutan adat tersebut mencerminkan penghargaan masyarakat terhadap kepedulian jajaran kepolisian dalam menjawab kebutuhan mendasar warga di wilayah terpencil.

Selama bertahun-tahun masyarakat Kampung Bestobe menghadapi kesulitan menyeberangi sungai yang menjadi satu-satunya jalur menuju Kelurahan Takari setiap hari. Ketika musim hujan tiba, arus sungai meningkat sehingga akses warga menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan sering terputus.

Kondisi tersebut menghambat distribusi hasil pertanian sekaligus memperlambat pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan darurat setiap saat. Warga bahkan mengaku pernah kehilangan kesempatan memperoleh pertolongan akibat derasnya arus sungai ketika banjir melanda kawasan tersebut.

Kini kondisi itu berubah setelah Jembatan Merah Putih selesai dibangun oleh personel Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Timur selama sebulan. Jembatan tersebut menghubungkan Kampung Bestobe di Desa Benu dengan Kelurahan Takari sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih aman setiap hari.

Keberadaan jembatan diharapkan mempercepat distribusi hasil kebun sekaligus memudahkan anak-anak menjangkau sekolah tanpa menghadapi risiko menyeberangi sungai setiap musim hujan. Akses yang lebih baik juga diyakini membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui kelancaran transportasi antarwilayah setiap harinya.

Perwakilan masyarakat, Yakop Taloim, menyampaikan apresiasi kepada Kapolda beserta seluruh personel Polda Nusa Tenggara Timur atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan telah menjawab persoalan yang selama bertahun-tahun membatasi aktivitas masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari secara normal.

Yakop mengatakan anak-anak kini dapat berangkat sekolah dengan lebih aman tanpa khawatir terjebak derasnya arus sungai saat hujan turun. "Saya berharap pengabdian seluruh personel kepolisian mendapat balasan terbaik serta terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat pedesaan di NTT." katanya.

Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko menyampaikan rasa syukur karena pembangunan jembatan berhasil diselesaikan sesuai rencana bersama masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerja sama personel Brimob dengan warga yang terlibat sejak awal proses pembangunan berlangsung.

Kapolda menjelaskan jembatan dibangun sebagai solusi atas berbagai kesulitan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan setiap hari. Informasi mengenai korban akibat banjir menjadi salah satu pertimbangan utama menghadirkan akses penyeberangan yang lebih aman bagi masyarakat.

"Kebahagiaan masyarakat menjadi kebahagiaan seluruh anggota kepolisian yang mengabdikan diri melalui pelayanan langsung kepada warga di lapangan." ucapnya. Ia menilai manfaat nyata pembangunan menjadi bagian penting dari semangat pengabdian Polri kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang wilayah.

Kapolda mengajak masyarakat menjaga serta merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu panjang oleh generasi berikutnya di kawasan tersebut. Ia menegaskan fasilitas tersebut merupakan aset bersama sehingga membutuhkan kepedulian seluruh warga demi menjaga fungsi dan keselamatannya.

Dalam kesempatan itu masyarakat juga menyampaikan harapan memperoleh bantuan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah mereka. Kapolda menyatakan akan mengupayakan pencarian lokasi yang sesuai sebagai langkah awal merealisasikan kebutuhan tersebut sesuai kemampuan yang tersedia.

Peresmian Jembatan Merah Putih menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui aksi yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Bagi warga Kampung Bestobe, jembatan tersebut kini menjadi simbol harapan, kepedulian, dan semangat gotong royong menuju kehidupan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....