Kasih Sejati Terwujud Melalui Tindakan Nyata Umat Beriman
- 10 Mei 2026 10:38 WIB
- Ende
Poin Utama
- Penyuluh Agama Katolik Kemenag Ende mengajak umat mewujudkan kasih melalui tindakan nyata.
- Renungan “Mutiara Pagi” mengangkat tema Kasih yang Terlihat Lewat Tindakan.
- Yohanes Pembaptis menjadi teladan kerendahan hati dan pelayanan tanpa pencitraan.
- Kebesaran di hadapan Allah ditentukan oleh kasih dan relasi dengan Kristus.
- Umat diajak mendengar suara Tuhan melalui tindakan mengampuni, berbagi, dan melayani sesama.
RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Grasiana Mbu, mengajak umat Katolik untuk mewujudkan kasih melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam program “Mutiara Pagi” di Pro 1 RRI Ende, Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam renungannya yang mengangkat tema “Kasih yang Terlihat Lewat Tindakan” dengan dasar Injil Yohanes 14:15-21, Grasiana menegaskan bahwa kasih kepada Tuhan tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus tampak dalam sikap hidup yang nyata.
Menurutnya, teladan Yohanes Pembaptis menjadi gambaran pribadi beriman yang rendah hati dan setia mempersiapkan jalan bagi Tuhan tanpa mencari popularitas diri.
“Kesederhanaan Yohanes menjadi teguran bagi kita yang hidup di era pencitraan digital. Kadang kita lebih peduli terlihat rohani daripada sungguh-sungguh hidup rohani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ukuran kebesaran di hadapan Allah bukan ditentukan oleh status sosial, jabatan pelayanan, maupun pencitraan, melainkan relasi yang dekat dengan Yesus Kristus serta kesediaan untuk hidup dalam kasih.
Dalam refleksinya, Grasiana juga mengajak umat untuk lebih peka mendengarkan suara Tuhan dibandingkan pengaruh duniawi, opini publik, maupun komentar media sosial.
Menurut dia, tanda hadirnya Kerajaan Allah dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mengampuni, berbagi kepada sesama, melayani dengan tulus, serta tetap berdoa dalam situasi sulit.
“Mendengar sabda Tuhan berarti bersedia taat, berubah, dan dibentuk oleh kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Di akhir renungan, ia mengajak umat memanfaatkan masa persiapan iman sebagai momentum untuk membangun hati yang rendah hati, penuh kasih, dan setia melayani sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....