Menumbuhkan Harapan Lewat Kepedulian dan Saling Menolong

  • 21 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Grace Sarlina Duka, calon vikaris GMIT Syalom Ende, mengajak masyarakat menumbuhkan harapan melalui kepedulian dan semangat saling menolong.
  • Beban kehidupan tidak selalu terlihat namun dapat dirasakan melalui persoalan ekonomi, kehilangan orang terkasih, kondisi keluarga, dan ketidakpastian masa depan.
  • Kehadiran, kemauan mendengarkan tanpa menghakimi, dan kesediaan membantu dapat membuat seseorang tidak merasa sendirian dalam menghadapi persoalannya.

RRI.co.id, Ende - Calon Vikaris GMIT Syalom Ende, Grace Sarlina Duka, mengajak masyarakat menumbuhkan harapan melalui kepedulian dan semangat saling menolong. Pesan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi RRI, Senin, 21 September 2026, dengan refleksi atas Galatia 6:2, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu.”

Grace mengatakan, beban kehidupan tidak selalu terlihat, tetapi dapat dirasakan melalui persoalan ekonomi, kehilangan orang terkasih, kondisi keluarga, hingga ketidakpastian masa depan. Menurutnya, kehadiran, kemauan mendengarkan tanpa menghakimi, dan kesediaan membantu dapat membuat seseorang tidak merasa menghadapi persoalannya seorang diri.

Ia menjelaskan, pesan Galatia 6:2 merupakan bagian dari ajaran Rasul Paulus mengenai kehidupan orang percaya dalam komunitas yang saling memulihkan, menolong, dan melakukan kebaikan. Karena itu, kasih kepada sesama tidak berhenti pada perkataan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang menghormati martabat setiap orang.

Dalam konteks masyarakat Flores yang masih menjalani pemulihan pascagempa, Grace mendorong keterlibatan pemerintah, lembaga kemanusiaan, komunitas, keluarga, dan masyarakat sesuai kemampuan masing-masing. "Bentuk dukungan dapat berupa bantuan kebutuhan dasar, pendampingan warga, pemulihan fasilitas dan ekonomi, penyampaian informasi yang benar, serta dukungan kepada kelompok yang membutuhkan," ujarnya.

Grace juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama di tengah situasi bencana, persoalan ekonomi, dan dinamika sosial. Ia mengajak warga memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya, menghindari tuduhan tanpa dasar, serta menjadikan keberagaman budaya dan agama sebagai kekuatan untuk membangun kepedulian bersama.

Menurut Grace, kepedulian dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti membantu satu keluarga, mendengarkan seseorang yang berduka, menyampaikan informasi yang benar, menjaga hubungan tetap damai, atau memberi kesempatan kepada seseorang untuk bangkit. Ia menegaskan, harapan akan semakin kuat ketika masyarakat tidak hanya menunggunya, tetapi turut membangunnya melalui kepedulian dan tindakan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....