Tokoh Adat Tiwe Hibahkan Lahan untuk Sekolah Rakyat
- 08 Mei 2026 16:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Tokoh adat Tiwe dari Desa Tiwerea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, menyerahkan hibah tanah seluas 5,7 hektar kepada Pemerintah Kabupaten Ende untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Penyerahan tersebut dilakukan di ruang rapat Kantor Bupati Ende, Jumat 8 Mei 2026 siang.
Lahan yang dihibahkan itu diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, salah satu Program Strategis Nasional (PSN) pemerintah pusat di bidang pendidikan. Di atas lahan tersebut nantinya akan dibangun fasilitas pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga asrama dan sarana pendukung lainnya.
Berita acara hibah tanah telah ditandatangani kepala suku bersama sebelas orang saksi selaku penggarap lahan dan Ketua BPD Desa Tiwerea. Dokumen itu juga diketahui Kepala Desa Tiwerea Vincensius Sambi serta Camat Nangapanda.
Prosesi serah terima dilakukan Kepala Suku Tiwe Gregorius Ribhu bersama Petrus Dea kepada Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda. Penyerahan itu disaksikan para asisten Setda Ende, staf ahli bupati, dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Ende.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat Tiwe yang menyerahkan tanah secara hibah murni demi mendukung pembangunan pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti nyata keterlibatan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.
Ia mengakui pemerintah daerah selama ini mengalami kendala dalam mencari lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Sejumlah titik yang sempat direncanakan terkendala persoalan kepemilikan lahan maupun penolakan masyarakat setempat.
“Pemerintah Kabupaten Ende sudah mencari banyak tempat, tetapi selalu ada problem dengan pemilik tanah maupun masyarakat sekitar,” ujar Yosef. Ia menilai hibah dari masyarakat adat Tiwe menjadi jalan keluar bagi percepatan pembangunan program tersebut.
Bupati Yosef berharap masyarakat Tiwerea sebagai pemilik ulayat dapat merasakan langsung dampak pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menegaskan kehadiran fasilitas pendidikan berskala besar itu akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Suku Tiwe Gregorius Ribhu mengatakan hibah tanah dilakukan karena masyarakat melihat pembangunan sebagai peluang bersama. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di Desa Tiwerea.
“Kalau pembangunan Sekolah Rakyat terjadi di Desa Tiwerea, tentu akan ada transaksi jual beli dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Gregorius. Ia optimistis pembangunan tersebut membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi muda di wilayah itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....