Bhabinkamtibmas Sikka Dampingi Penanaman Tomat di Desa

  • 05 Mei 2026 20:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Komitmen Polres Sikka dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui aksi konkret di tingkat desa. Bhabinkamtibmas Desa Woda Mude, Kecamatan Magepanda, AIPTU Didit Yulianto, turun langsung mendampingi penanaman hortikultura di Dusun Kolibewa, Jumat 1 Mei /2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan berbasis desa. Penanaman dilakukan di lahan BUMDes “Semangat Baru” dengan luas sekitar seperempat hektare.

Sebanyak 6.500 bibit tomat servo ditanam sebagai tahap awal pengembangan pekarangan bergizi produktif. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak sekadar simbolis, melainkan bagian dari pendampingan aktif kepada warga. AIPTU Didit Yulianto melakukan monitoring serta memberikan motivasi agar pengelolaan lahan dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana masyarakat mampu mandiri secara pangan,” ujarnya di sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan lahan secara efektif dapat menjadi sumber kesejahteraan baru bagi warga.

Lahan yang digunakan merupakan milik warga yang dikontrak oleh BUMDes dengan status bersertifikat. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, digunakan pupuk NPK dan Urea serta penyemprotan Antrakol guna mencegah penyakit.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur di tingkat desa dan kecamatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa, BUMDes, BPD, Bhabinsa, serta Ketua BPP Kecamatan Magepanda.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah tersebut. Kolaborasi ini memperkuat peran desa sebagai basis utama pembangunan sektor pertanian.

Masyarakat setempat menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan Polri. Mereka menilai kehadiran aparat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan.

Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Keterbatasan obat pembasmi hama serta ancaman karat daun menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

Di tengah berbagai tantangan, kegiatan penanaman tetap berlangsung aman dan penuh antusiasme. Langkah ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari desa dengan semangat gotong royong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....