BNN NTT Perkuat Strategi Pencegahan Narkoba Masyarakat

  • 08 Apr 2026 19:13 WIB
  •  Ende

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Ende – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat strategi pencegahan narkoba melalui pendekatan edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas ancaman penyalahgunaan narkoba yang masih terjadi di wilayah NTT.

Dalam siaran Sanksi Pro 1 RRI Ende, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNP NTT, Anom Guritno, S.Sos, menjelaskan kondisi terkini penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut, Rabu, 8 April 2026.Ia menyebut angka prevalensi di NTT mencapai sekitar 0,1 persen atau setara dengan 4.875 orang. Anom mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi BNN adalah kondisi geografis NTT yang berbentuk kepulauan.

Selain itu, keterbatasan personel dan anggaran turut memengaruhi jangkauan pelayanan di wilayah terpencil. Berbagai program unggulan terus dijalankan untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Program seperti Ananda Bersinar, BNN Goes to School, serta pemberdayaan masyarakat menjadi langkah konkret yang dilakukan. “Pendekatan edukasi sejak dini sangat penting untuk membangun ketahanan diri generasi muda terhadap narkoba,” ujar Anom.

Ia menambahkan, BNN juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta tokoh agama. Kolaborasi tersebut dinilai efektif dalam memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Melalui strategi yang terintegrasi, BNN berharap masyarakat semakin sadar hukum dan berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba. Upaya bersama ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dari narkoba di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....