Program Kecamatan Tangguh Bencana Diperluas ke Manggarai Barat

  • 10 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Ende

RRI,CO,ID, Manggarai Barat - Program Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) kini diperluas ke Kabupaten Manggarai Barat setelah sebelumnya berhasil diterapkan di 10 kecamatan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang meraih status Kencana Pratama pada Mei 2026. Program hasil kolaborasi Pemprov NTT, Kementerian Dalam Negeri, dan Program SIAP SIAGA ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, menegaskan bahwa ketangguhan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata. Menurutnya, upaya membangun kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat kecamatan hingga desa dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Dalam implementasinya, pemerintah kecamatan akan diperkuat sebagai pusat koordinasi penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.

“Melalui Kencana, kita ingin mengubah cara pandang terhadap bencana. Jangan menunggu bencana terjadi baru bergerak, tetapi memperkuat pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sejak sekarang,” katanyasaat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang berlangsung di Rajawali Ballroom, Zasgo Mart Hotel, Labuan Bajo, pada Selasa 9 hingga 10 Juni 2026 .

Pada tahap awal, program Kencana akan difokuskan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Komodo, Kecamatan Boleng, dan Kecamatan Mbeliling. Langkah ini dinilai penting mengingat Manggarai Barat memiliki sembilan jenis potensi bencana dengan tingkat kerentanan tinggi berdasarkan Kajian Risiko Bencana. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam mengurangi dampak risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Fransiskus menambahkan bahwa perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional harus diimbangi dengan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, hingga bencana hidrometeorologi ekstrem. Melalui program Kencana, pemerintah ingin mengubah pola pikir masyarakat agar lebih mengedepankan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan daripada hanya bereaksi setelah bencana terjadi.

Kegiatan penguatan kapasitas yang berlangsung di Rajawali Ballroom Zasgo Mart Hotel, Labuan Bajo, pada 9–10 Juni 2026 tersebut juga berhasil mendaftarkan tiga kecamatan sasaran ke dalam Sistem Informasi Kencana (SiKencana) dan memperoleh nomor registrasi resmi. Selain itu, disusun pula rencana kerja kolaboratif serta penguatan komitmen berbagai pihak dalam membangun tata kelola kebencanaan yang lebih efektif.

Program ini didukung oleh Siap Siaga, kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berfokus pada pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketangguhan masyarakat di daerah rawan bencana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....