Literasi Pancasila Perkuat Toleransi Generasi Muda NTT

  • 01 Jun 2026 11:36 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Polikarpus Do menegaskan literasi menjadi sarana efektif menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
  • Literasi dipandang tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis dan menghargai keberagaman.
  • NTT dinilai memiliki modal sosial kuat berupa budaya toleransi, gotong royong, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
  • Tingginya minat baca masyarakat NTT masih perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan memahami dan mengimplementasikan isi bacaan.

RRI.CO.ID, Kupang - Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Nusa Tenggara Timur, Polikarpus Do, menilai gerakan literasi memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Pandangan tersebut disampaikannya dalam wawancara RRI Ende, Senin, 1 Juni 2026, memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan topik "Literasi Pancasila dari Timur Indonesia: Membangun Generasi Pembelajar yang Toleran dan Cinta Damai".

Menurut Polikarpus, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami keberagaman, berpikir kritis, serta membangun sikap toleran dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyebut internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui literasi menjadi fondasi penting bagi generasi muda di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di NTT.

Ia menjelaskan, masyarakat NTT selama ini menunjukkan praktik hidup berdampingan yang harmonis dalam perbedaan. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang kuat untuk memperkuat semangat gotong royong, inklusivitas, serta persatuan sebagaimana nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Meski demikian, Polikarpus mengungkapkan adanya tantangan pada aspek literasi mendalam masyarakat. Berdasarkan sejumlah hasil survei dan pengukuran kemampuan akademik, minat baca masyarakat NTT dinilai tinggi, namun belum sepenuhnya diikuti kemampuan memahami dan mengimplementasikan isi bacaan secara kritis.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan peran Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai ruang belajar di tingkat akar rumput. Menurutnya, TBM tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga pusat pembentukan karakter, penguatan nasionalisme, serta pengembangan literasi budaya dan kewarganegaraan.

Polikarpus berharap momentum Hari Lahir Pancasila dapat mendorong lahirnya generasi pembelajar yang menghargai perbedaan, menghidupkan semangat gotong royong, dan bangga terhadap identitas bangsa. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem literasi hingga tingkat lingkungan terkecil guna mendukung pembangunan karakter generasi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....