14 Dapur MBG Ende Layani 34 Ribu Penerima

  • 03 Apr 2026 09:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ende terus bertambah seiring percepatan program nasional. Hingga kini, sebanyak 14 SPPG telah diresmikan, sementara dua lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.

Koordinator SPPG wilayah Kabupaten Ende, Aliando Djogo, menyampaikan hal tersebut saat ditemui RRI di Ende. Ia menegaskan bahwa kehadiran dapur MBG menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Menurut Aliando, SPPG yang telah beroperasi saat ini melayani lebih dari 34 ribu siswa dan penerima manfaat lainnya. Sebaran layanan terbanyak berada di wilayah Kota Ende, dengan cakupan tambahan di Kecamatan Wolowaru dan Nangapanda.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan peserta didik. Dari total tersebut, sebanyak 29.491 merupakan peserta didik dan 6.733 lainnya adalah non peserta didik.

Para penerima manfaat itu terbagi dalam 509 kelompok yang tersebar di berbagai wilayah layanan. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan merata dan tepat sasaran.

Program MBG yang digagas pemerintah pusat ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Tercatat sebanyak 637 tenaga kerja lokal telah terserap dalam operasional dapur MBG di Kabupaten Ende.

Aliando menyebutkan bahwa seluruh tenaga kerja yang terlibat berasal dari masyarakat lokal. Selain itu, kebutuhan bahan pangan dipasok oleh 110 pemasok yang berasal dari koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pelaku UMKM setempat.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah membangun 14 titik dapur dari total 70 titik yang direncanakan di wilayah 3T. Dari jumlah tersebut, 14 titik telah melalui proses appraisal sebagai bagian dari tahapan operasional.

Pembangunan dapur MBG di wilayah terpencil ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses pangan bergizi. Upaya ini juga menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Aliando berharap program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi semata. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat agar program ini mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Ende.

“Kami mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat dalam program ini, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi gizi, tetapi juga dari sisi ekonomi,” ujarnya. Dengan sinergi tersebut, program MBG diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....