Bhabinkamtibmas Pruda Monitoring Jagung Hibrida Dukung Ketahanan Pangan
- 28 Feb 2026 19:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sikka menunjukkan komitmen nyata mendukung Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan monitoring dan pengecekan langsung tanaman jagung hibrida BISI 18 di sejumlah desa. Langkah ini bukan sekadar rutinitas pengawasan, melainkan wujud kehadiran Polri sebagai mitra pembangunan, penggerak produktivitas desa, sekaligus penjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Pada Rabu, 27 Februari 2026, Bhabinkamtibmas Desa Pruda, Aiptu Abilio De Jesus, melakukan pengecekan tanaman jagung di Dusun Pruda, Kecamatan Waiblama. Program ini dikelola oleh dua kelompok tani aktif, yakni Poktan Kahat dan Poktan Nuranebon, dengan total lahan 20 hektar. Jagung yang ditanam sejak awal Januari kini berusia 57 hari, memasuki fase pembentukan tongkol, dan menunjukkan pertumbuhan sehat serta seragam.
"Kelompok tani telah melakukan penyiangan gulma berkala dan pemupukan tahap kedua. Dalam waktu dekat, penyemprotan lanjutan akan dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama ulat daun", ujar Aiptu Abilio. Meski curah hujan tidak menentu menjadi kendala utama, semangat kebersamaan antaranggota kelompok mampu menjaga stabilitas pertumbuhan tanaman. Panen diperkirakan berlangsung pada Maret 2026 dengan optimisme hasil maksimal.
Pada Sabtu (28/2/2026) pukul 08.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Kolidetung, Aiptu Febro Luis, melaksanakan pengecekan jagung di Dusun Tiget. Lahan seluas 3,8 hektar dikelola oleh BUMDes Watu Jong dengan penggunaan benih 65 kilogram. Tanaman yang ditanam sejak 10 Januari menunjukkan perkembangan baik dan relatif merata. Keterlibatan BUMDes menjadi indikator bahwa program ketahanan pangan juga dikelola secara kelembagaan demi memperkuat ekonomi desa.
Masih di hari yang sama, pukul 10.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Baopaat, Aipda Tito Meltrisno Biaf, bersama Kelompok Tani Boajoang melakukan pengecekan jagung di Dusun Wololora. Lahan seluas 1 hektar yang digarap lima anggota kelompok menunjukkan pertumbuhan tongkol yang mulai jelas. Panen diperkirakan pada April 2026.
Kegiatan monitoring berjalan aman dan lancar serta menjadi sarana komunikasi langsung antara aparat kepolisian dan masyarakat tani. Melalui pendampingan rutin, Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga bertransformasi sebagai penggerak ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi desa.
Dengan kondisi tanaman yang subur, perawatan konsisten, serta semangat gotong royong, optimisme terhadap hasil panen Maret–April 2026 semakin menguat. Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Kabupaten Sikka secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....