Panen Jagung Desa Lela Bukti Kemandirian Pangan

  • 11 Apr 2026 14:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Komitmen membangun kemandirian pangan di tingkat desa kembali menunjukkan hasil nyata melalui panen jagung yang menggembirakan. Program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Lestari Desa Lela membuktikan efektivitas pengelolaan berbasis komunitas.

Kegiatan panen dilaksanakan pada Jumat pagi, 10 April 2026, di kebun Kelompok Tani Holly Spirit yang berada di area Biara Susteran SSpS, Dusun Lela. Suasana tampak semarak dengan kehadiran berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan kelompok tani.

Momentum ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan ketersediaan pangan di tingkat lokal. Panen jagung tersebut tidak hanya dimaknai sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai wujud sinergi yang terbangun kuat.

Program penanaman jagung dimulai sejak 16 Desember 2025 dengan menggunakan varietas unggulan jagung hibrida Pertiwi. Lahan seluas kurang lebih satu hektare mampu menghasilkan sekitar 6 ton jagung, angka yang cukup signifikan untuk skala desa.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lahan yang tepat dan pendampingan teknis yang berkelanjutan mampu meningkatkan produktivitas. Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, penyuluh, dan masyarakat menjadi faktor kunci pencapaian ini.

Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Lela Yohanes K. Soru, Kapolsek Lela AKP I Nyoman Simeon, serta Penjabat Desa Lela Firmianus Fimin. Kehadiran aparat keamanan dan pemangku kepentingan lainnya menegaskan dukungan penuh terhadap program desa.

Tokoh masyarakat dan Kelompok Tani Holly Spirit turut memperkuat nilai kebersamaan dalam kegiatan ini. Keterlibatan berbagai pihak mencerminkan bahwa keberhasilan program merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen desa.

Partisipasi pihak Biara Susteran SSpS bersama para aspiran juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pangan yang inklusif. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat melibatkan unsur sosial secara luas dan berkelanjutan.

Panen ini menjadi refleksi bahwa ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada produksi semata. Lebih dari itu, aspek keberlanjutan, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat menjadi inti dari program tersebut.

Di tengah tantangan global terhadap sektor pangan, Desa Lela mampu menunjukkan kemandirian dengan mengelola potensi lokal secara optimal. Hasil nyata yang dicapai menjadi bukti bahwa desa memiliki kapasitas untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif berkat keterlibatan aktif aparat keamanan. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Panen raya ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain untuk mengembangkan program serupa. Dari Desa Lela, harapan tentang kemandirian pangan terus tumbuh dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....