Bhabinkamtibmas Kewapante Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pekarangan

  • 26 Mar 2026 14:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Peran aparat kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan kembali terlihat di tengah tantangan perubahan cuaca dan keterbatasan sarana pertanian. Pendekatan humanis yang dilakukan di tingkat desa menjadi kunci dalam menggerakkan masyarakat dari hal paling sederhana, yakni pemanfaatan pekarangan rumah.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WITA di Dusun Rotat, Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Bhabinkamtibmas Polsek Kewapante, AIPDA Dami Daty, turun langsung melakukan monitoring dan pendampingan kepada warga.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah. Kehadiran Polri di tengah masyarakat pun tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga mendorong kesejahteraan warga.

Lahan yang dimonitor merupakan pekarangan milik anggota Polsek Kewapante dengan luas sekitar 30 x 40 meter persegi. Lahan tersebut telah bersertifikat dan dimanfaatkan secara optimal untuk menanam berbagai komoditas pangan bergizi.

Sejumlah tanaman yang dibudidayakan di antaranya 6 pohon labu siam, 15 pohon terung ungu, 5 pohon cabai, serta 35 pohon ubi kayu. Seluruhnya dikelola secara mandiri dengan sistem swadaya, termasuk penggunaan pupuk NPK Ponska sebanyak 12 kilogram.

Memasuki usia tanam tiga bulan, beberapa tanaman seperti cabai dan terung sudah mulai berbunga dan berbuah. Sementara itu, labu siam diperkirakan akan mulai berproduksi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Dalam kegiatan tersebut, AIPDA Dami Daty tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Ia mendorong warga agar memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus peluang ekonomi keluarga

Menurutnya, pekarangan rumah memiliki potensi besar jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Upaya ini dinilai mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Respons warga terhadap kegiatan ini terbilang positif dan antusias. Kehadiran Bhabinkamtibmas dianggap memberi contoh nyata sekaligus motivasi untuk mulai mengolah lahan sendiri.

Salah satu warga mengaku tergerak untuk mengikuti langkah tersebut dengan menanam berbagai komoditas di pekarangan rumahnya. Ia menilai, pendekatan langsung seperti ini lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan.

Meski demikian, kegiatan ini masih menghadapi sejumlah kendala seperti cuaca yang tidak menentu dan keterbatasan obat hama. Namun, semangat kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mengatasi tantangan tersebut.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman dan kondusif serta menunjukkan sinergi yang kuat. Dari pekarangan sederhana di desa, langkah kecil ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat tumbuh dari kepedulian bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....