Asarasa Indonesia Perkuat Pendidikan Desa Adat Nggela

  • 06 Feb 2026 07:27 WIB
  •  Ende

RRI. CO. ID, Ende – Yayasan Asarasa Indonesia resmi disambut Pemerintah Desa Adat Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 5 Januari 2026. Penyambutan ini menandai dimulainya program kolaboratif penguatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat desa bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Flores dan Komunitas Kampus Tanpa Dinding (KTD) Ende.

Kepala Desa Nggela, Simplysius So, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran yayasan dan mahasiswa yang dinilai membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. Ia mengungkapkan, masih terdapat sejumlah keterbatasan akses pendidikan dan infrastruktur di desa, terutama pada penerangan dan jangkauan sekolah.

“Suatu rasa syukur bagi kami karena kalian telah berada di Nggela. Di bidang pendidikan, masih ada sekolah-sekolah di beberapa lokasi yang belum sepenuhnya terjangkau, kami baru menjamah dua titik. Kondisi desa kami juga memiliki keterbatasan penerangan, di mana pada sore hari di luar rumah belum sepenuhnya terang,” ujarnya.

Simplysius menegaskan bahwa masyarakat Desa Nggela membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan pihak luar. Ia juga memastikan warga siap mendukung seluruh kegiatan dan program yang akan dijalankan di desa tersebut.

“Kami dari desa, bersama mama-mama, siap menjadi tempat tinggal Asarasa. Kalau kita di Nusa Tenggara Timur, kita semua basudara,” tambahnya.

Project Leader Yayasan Asarasa Indonesia, Anis Mustikasari, menjelaskan bahwa kehadiran timnya merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas pihak. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan di Desa Nggela.

“Kami percaya perubahan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud melalui kerja bersama, saling belajar, dan saling menguatkan dengan masyarakat desa,” katanya.

Sementara itu, CEO Yayasan Asarasa Indonesia, Darama, memaparkan bahwa program kerja di Desa Nggela dirancang untuk jangka waktu tiga tahun. Program tersebut menggunakan pendekatan partisipatif dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Asarasa hadir bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi untuk bertumbuh bersama Desa Nggela. Kami ingin merangkai asa melalui kolaborasi antara yayasan, pemerintah desa, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat agar dampaknya dirasakan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan Asarasa Indonesia dan Pemerintah Desa Nggela. Dokumen kerja sama itu ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Simplysius So dan CEO Asarasa Indonesia, Darama, untuk masa kemitraan tiga tahun.

Melalui kemitraan ini, seluruh pihak berharap program pendidikan dan pemberdayaan yang dijalankan mampu menghadirkan perubahan nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Adat Nggela.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....