Penguatan Ekoteologi Pesisir Dimulai dari Lingkungan Madrasah

  • 16 Jun 2026 10:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur terus memperkuat program Penguatan Ekoteologi dengan melibatkan madrasah dalam berbagai aksi pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan pelepasan tukik yang diinisiasi Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKM MTs) Flores Timur di Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Desa Sulewaseng, Kecamatan Solor Selatan, Sabtu 13 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, Kepala Seksi Bimas Islam Hafid Syarif, serta para kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Flores Timur. Kehadiran para pendidik menjadi simbol keterlibatan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun kesadaran lingkungan.

Yosef Aloysius Babaputra mengatakan Penguatan Ekoteologi merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan hidup. Program tersebut mendorong keterhubungan antara ajaran agama dan tanggung jawab menjaga alam.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga memiliki dimensi moral dan spiritual. Karena itu, lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

"Kegiatan ini menjadi tanda kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut, sekaligus mendukung Penguatan Ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama. Menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual kita bersama," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan madrasah dalam kegiatan lingkungan menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Nilai-nilai pelestarian alam dapat ditanamkan tidak hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan.

Inisiatif yang dilakukan KKM MTs Flores Timur mendapat apresiasi dari Kemenag karena mampu menghadirkan aksi lingkungan yang melibatkan dunia pendidikan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa madrasah dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai isu lingkungan yang berkembang di masyarakat.

Selain mendukung konservasi penyu, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara Kemenag, madrasah, dan komunitas konservasi yang selama ini aktif menjaga lingkungan pesisir. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Pengelola Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Mus Melur, menyambut baik keterlibatan madrasah dalam kegiatan konservasi. Menurutnya, partisipasi dunia pendidikan akan membantu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut.

Melalui gerakan Ekoteologi, Kemenag Flores Timur berharap kesadaran ekologis dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik. Dengan demikian, pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya yang terus diwariskan kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....