Pelepasan 250 Tukik Warnai Upaya Pelestarian Penyu Flores Timur

  • 16 Jun 2026 09:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Sebanyak 250 tukik dilepas ke habitat alaminya di Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Desa Sulewaseng, Kecamatan Solor Selatan, Sabtu 13 Juni 2026. Kegiatan yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur itu menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian penyu dan ekosistem laut di wilayah pesisir.

Pelepasan tukik diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKM MTs) Kabupaten Flores Timur dan dihadiri Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, Kepala Seksi Bimas Islam Hafid Syarif, serta para kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Flores Timur.

Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup, khususnya dalam menjaga keberlangsungan habitat penyu yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Menurut Yosef, pelestarian penyu membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas konservasi maupun masyarakat pesisir. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan populasi penyu di masa mendatang.

Ia juga mengapresiasi pengelola Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Mus Melur, yang selama ini konsisten melakukan konservasi penyu di wilayah Solor Selatan. Upaya tersebut dinilai menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga kekayaan hayati laut Flores Timur.

"Kegiatan ini menjadi tanda kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Yosef.

Sementara itu, pengelola Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Mus Melur, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Kemenag Flores Timur terhadap kegiatan konservasi yang dilakukan masyarakat setempat.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi para pengelola untuk terus menjaga dan merawat tukik hingga siap dilepas ke laut. Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian penyu terus meningkat.

"Kehadiran Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menjadi penghargaan bagi kami yang terus berupaya melestarikan tukik. Dukungan ini menjadi penyemangat untuk terus menjaga kelestarian penyu dan lingkungan pesisir," kata Mus Melur.

Melalui kegiatan pelepasan 250 tukik tersebut, upaya konservasi penyu di Flores Timur diharapkan semakin mendapat perhatian masyarakat. Selain menjaga keberlangsungan satwa laut yang dilindungi, kegiatan ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....